Subang, Jalancagak.com

Senin (20/7). Eskalasi konflik meluapkan kekhawatiran soal keselamatan pelayaran di Selat Hormuz. Iran mengklaim telah melumpuhkan dua kapal tanker di perairan sempit tersebut.

Yordania. Iran juga mengklaim menyerang aset dan peralatan militer AS di Kamp Al-Adiri dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, serta sasaran militer AS di Suriah.

klaim Kementerian Dalam Negeri di Manama. Militer Kuwait menyatakan berhasil mencegat sejumlah drone yang diduga diluncurkan Iran.

Rangkaian serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik antara AS dan Iran setelah ambruknya kesepakatan gencatan senjata yang diteken sebulan lalu. Memanasnya situasi di Selat Hormuz dikhawatirkan kembali mengganggu pasokan energi dunia dan memicu lonjakan inflasi global.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah memulai "gelombang serangan baru " yang bertujuan "melemahkan" kemampuan Iran menyerang kapal-kapal dagang yang melintasi jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. CENTCOM tidak merinci sasaran maupun cakupan operasi tersebut.

rudal-rudal AS menghantam sejumlah kota di Iran pada Senin (20/07) dini hari.

Chabahar, Konarak, Bandar Mahshahr, dan Bandar Imam Khomeini.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan AS akan terus menyerang Iran selama masih mengancam pelayaran komersial internasional.

tetapi mereka terus menyerang kapal-kapal yang melintas di sana," papar Rubio.

kami akan terus merespons. Amerika Serikat selalu terbuka terhadap solusi diplomatik."

Pemerintah Kuwait menyatakan sebuah fasilitas desalinasi kembali menjadi sasaran serangan untuk hari kedua berturut-turut. Serangan itu memicu kebakaran dan dikecam sebagai serangan terarah terhadap infrastruktur sipil vital.

Kekhawatiran atas kelancaran distribusi energi melalui Selat Hormuz terus meningkat sejak perang AS dan Iran kembali berkobar. Kedua pihak saling menuding berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata.

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) pada Minggu (19/7) malam mengaku telah menerima informasi mengenai sebuah kapal yang terbakar tidak jauh dari pesisir Oman. Namun penyebab kebakaran tersebut belum dapat dipastikan.

Garda Revolusi Iran menyatakan dua kapal tanker minyak meledak dan tidak dapat melanjutkan pelayaran setelah mencoba melintasi jalur selatan Selat Hormuz yang disebut tidak aman. Iran menuduh militer AS mendorong kedua kapal menggunakan rute tersebut.

bendera yang digunakan, kewarganegaraan awak, maupun kemungkinan korban.

jalur dagang itu tidak lagi aman untuk pelayaran, tidak untuk "setetes pun minyak dan gas."

turun dari delapan kapal sehari sebelumnya. Sedikitnya tiga kapal tanker produk minyak dan satu Very Large Crude Carrier (VLCC) memasuki selat tersebut sejak Jumat untuk memuat minyak.

harga minyak dunia merangkak naik sekitar 2 persen hingga melampaui US$ 90 per barel.

militer AS mengumumkan seorang personelnya tewas pada Sabtu (18/7) di utara Irak. Insiden terjadi saat proses peledakan terkendali terhadap amunisi yang belum meledak dari sebuah drone serang Iran yang sebelumnya ditembak jatuh.

militer AS juga melaporkan dua personelnya tewas di Yordania dan seorang lainnya dinyatakan hilang. Pada Minggu, CENTCOM menyebut telah menemukan "jenazah yang belum teridentifikasi" di lokasi serangan Jumat (17/7) lalu. Proses identifikasi masih berlangsung.

jumlah personel militer Amerika Serikat yang tewas sejak perang dimulai menjadi 17 orang. Lebih dari 420 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/dw/d-8582098/serangan-as-ke-iran-masuki-hari-ke-9-hormuz-terus-memanas