Sempat Bungkam, Israel Buka Suara soal Kesepakatan Gaza
setelah kelompok Hamas mengatakan telah menyetujui perlucutan senjata. Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan kekhawatirannya soal kesepakatan tersebut.
" kata Doron Spielman, juru bicara kantor Netanyahu, seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (3/8/2026).
yang telah mengurangi tingkat kekerasan meskipun Israel terus melakukan serangan.
Hamas mengumumkan pada hari Jumat lalu, bahwa mereka telah menyetujui tahap selanjutnya dari kesepakatan yang mencakup penyerahan senjata kepada komite pemerintahan Palestina yang baru dibentuk.
Trump menyebut langkah itu sebagai "tonggak penting" dalam upaya untuk mengakhiri perang di Gaza. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa Israel "sangat senang" dengan perkembangan tersebut.
juru bicara Netanyahu mengatakan bahwa tindakan Hamas menunjukkan bahwa mereka sedang mempersiapkan "pembantaian massal ala 7 Oktober". Dia pun menekankan bahwa rencana yang dirilis oleh Dewan Perdamaian bentukan Trump menyerukan agar Gaza menjadi "zona bebas teror yang telah dideradikalisasi dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangganya".
dapat diverifikasi, dan tidak dapat dibatalkan," kata juru bicara Netanyahu itu.
yang berbicara dengan syarat anonim, sebelumnya mengatakan bahwa Israel, yang masih mengendalikan sebagian besar Jalur Gaza, tidak akan menarik pasukan berdasarkan rencana tersebut, tanpa memverifikasi perlucutan senjata oleh Hamas.
dengan otoritas Palestina pada hari Minggu (2/8) melaporkan bahwa serangan Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 13 orang.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8602464/sempat-bungkam-israel-buka-suara-soal-kesepakatan-gaza