Subang, Jalancagak.com

Situasi yang tidak menentu di Israel serta rasa tidak aman yang berkepanjangan setelah serangan 7 Oktober 2023 dan perang-perang yang menyusul telah mendorong semakin banyak warga Israel melirik Republik Siprus.

pulau yang letaknya tidak jauh dari Israel itu kini bukan lagi sekadar tujuan liburan dan investasi, tetapi mulai menjadi tempat untuk menetap secara permanen. Bahkan, bagi sebagian orang, Siprus menjadi "Rencana B" jika situasi di Israel semakin memburuk.

Begitulah sejumlah warga Israel yang berbicara kepada DW dengan syarat identitas mereka dirahasiakan menggambarkan keputusan mereka.

" kata seorang warga Israel yang baru-baru ini membeli rumah di sebuah kompleks perumahan besar di distrik Limassol, Siprus.

pemandangannya sama, iklimnya sama. Rasanya seperti berada di Israel tanpa benar-benar berada di sana."

banyak perusahaan Israel telah memindahkan sebagian kegiatan operasional mereka ke Siprus sehingga lebih mudah menjalankan bisnis dengan negara-negara Uni Eropa.

Jumlah penduduk Republik Siprus kurang dari satu juta jiwa.

sedikitnya 3.000 keluarga Israel kini tinggal secara permanen di Siprus. Jumlah itu bertambah beberapa ratus keluarga setiap tahunnya.

Media Israel juga melaporkan bahwa puluhan ribu warga Israel telah membeli properti di pulau tersebut. Surat kabar Israel Hayom melaporkan sekitar 20.000 warga Israel memiliki properti di Siprus tanpa tinggal di sana sepanjang tahun.

tercatat total 3.851 transaksi pengalihan kepemilikan dan kontrak penjualan properti yang melibatkan pembeli asal Israel, hanya di tiga distrik pesisir, yakni Larnaca, Paphos, dan Limassol.

minat warga dan investor Israel terhadap Siprus tidak hanya terbatas pada apartemen dan rumah liburan, tetapi juga mencakup tanah, proyek pariwisata, dan investasi berskala besar.

termasuk hotel-hotel di Limassol, Paphos, dan Larnaca.

investor dengan kepentingan Israel juga berada di balik proyek pembangunan kembali hotel bersejarah Palm Beach, dengan nilai investasi lebih dari €110 juta atau sekitar Rp 2,25 triliun. Selain itu, ada proyek Aqua Residences senilai sekitar €40 juta atau Rp817 miliar, yang mencakup pembangunan dua menara setinggi 15 lantai di tepi laut.

seorang investor Israel berencana menghidupkan kembali Trozena, sebuah desa yang telah ditinggalkan selama beberapa dekade. Rencananya mencakup pemugaran sekitar 60 rumah serta pembangunan fasilitas pariwisata, area perkemahan, dan kilang anggur.

Proyek yang berada di dalam kawasan lindung Natura 2000 itu memicu penolakan dan penyelidikan oleh otoritas terkait setelah sejumlah pekerjaan dimulai tanpa izin perencanaan dan izin bangunan yang diwajibkan.

infrastruktur yang melayani komunitas Israel semakin terlihat.

bisnis, dan layanan yang ditujukan bagi warga Israel, seperti restoran yang menyajikan makanan kosher, telah dibuka di Larnaca, Limassol, dan Paphos.

termasuk materi kampanye politik. Musim panas lalu, papan reklame Partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot yang menyasar pemilih Israel terlihat di sepanjang jalan raya di Siprus.

dekat Limassol, dengan kapasitas hingga 1.500 siswa.

Semua perkembangan ini semakin memanaskan perdebatan politik mengenai investasi asing dan kepemilikan properti secara umum.

serta pengalaman negara itu sebelumnya ketika menerima arus besar modal Rusia. Arus modal tersebut meningkat setelah Siprus memperluas program kewarganegaraan melalui investasi menyusul krisis keuangan 2013.

Sekretaris Jenderal Partai Progresif Rakyat Pekerja Siprus (AKEL), serta Fidias Panayiotou, anggota Parlemen Eropa dan pemimpin Partai Direct Democracy.

AKEL merupakan partai kiri utama di Siprus dan saat ini berada di kubu oposisi. Stefanou memperingatkan adanya penjualan tanah Siprus kepada warga asing yang tidak terkendali. Ia secara khusus menyinggung pembelian oleh warga Israel dan apa yang ia sebut sebagai munculnya kompleks-kompleks hunian tertutup yang memiliki infrastrukturnya sendiri.

Panayiotou melontarkan kritik yang lebih jauh dengan mengklaim bahwa "Israel sedang membeli Siprus" dan memperingatkan bahwa perekonomian Siprus berisiko menjadi terlalu bergantung pada modal Israel.

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan keras dari pihak Israel.

Oren Anolik, menolak klaim mengenai pengaruh Israel yang berlebihan. Menurutnya, ribuan warga Israel yang tinggal dan menjalankan bisnis di pulau tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi Siprus.

Ia juga memperingatkan bahwa menjadikan satu kewarganegaraan tertentu sebagai sasaran dan menggunakan stereotip mengenai "kekuatan ekonomi asing" dapat memicu antisemitisme.

Pemerintah Siprus menjadikan upaya menarik investasi asing sebagai salah satu prioritas utama perekonomian. Presiden Nikos Christodoulides berulang kali menegaskan target untuk menjadikan Siprus sebagai tujuan yang menarik bagi investor internasional.

pernyataan mantan Menteri Energi dan Perdagangan George Papanastasiou menunjukkan pendekatan pemerintah terhadap isu tersebut.

Papanastasiou mengatakan pemerintah "senang melihat pengusaha Israel hadir di banyak sektor perekonomian Siprus," termasuk pariwisata, teknologi, energi, kesehatan, dan properti.

Perdebatan tersebut kini telah sampai ke parlemen dan meluas menjadi pembahasan mengenai pembelian properti oleh warga negara non-Uni Eropa secara umum.

yakni AKEL yang berhaluan kiri dan Democratic Rally (DISY) yang berhaluan kanan-tengah. Usulan itu bertujuan membatasi pembelian tanah oleh warga negara non-Uni Eropa.

Nikos Georgiou. Kepada DW, ia mengatakan bahwa "dalam beberapa tahun terakhir, pembelian tanah oleh warga negara asing telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," sehingga mempengaruhi "komposisi demografis, harga tanah dan, dalam beberapa kasus, keamanan nasional."

tanpa retorika yang diarahkan terhadap warga dari negara ketiga mana pun."

anggota parlemen AKEL Giorgos Koukoumas mengatakan partainya mengangkat persoalan pembelian properti secara massal dan tidak terkendali oleh warga negara asing karena hal itu menjadi "salah satu faktor yang mendorong harga properti naik hingga tingkat yang membuat warga Siprus pada umumnya tidak lagi mampu membeli, bahkan menyewa rumah, di pusat-pusat kota negara tersebut."

khususnya terkait pembelian oleh warga Israel.

kekhawatiran tersebut "jelas berkaitan dengan kenyataan bahwa warga Israel melakukan akuisisi besar-besaran terhadap perusahaan-perusahaan besar dan lahan yang luas, laporan berulang media Israel yang berbicara mengenai pembentukan 'Israel kedua di Siprus,' ditambah dengan kehadiran intelijen Israel di pulau kami serta hubungan dengan Israel di bidang pertahanan dan keamanan yang dalam beberapa tahun terakhir terus didorong oleh pemerintah Siprus."

Laporan ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/dw/d-8673959/semakin-banyak-warga-israel-pindah-dan-berinvestasi-di-siprus