Subang, Jalancagak.com

kabar terbaru menyebutkan Iran ingin mengakhiri perang selagi berada di posisi kuat.

Sabtu (22/8/2026), sebelumnya Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengingatkan negara-negara sekutu AS dan juga China agar mendukung isolasi ekonomi yang bertujuan "menumbangkan" pemerintah Iran. Washington mengancam konsekuensi berat bagi negara-negara yang tidak mendukung langkah tersebut.

seperti dilansir AFP dan TRT World.

akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang "sangat berat".

Bessent mengatakan bahwa "akan sangat menguntungkan" jika Beijing turut mendukung langkah ini.

dan harga energi kembali turun. Perlu diingat bahwa China memperoleh 50 persen pasokan energinya dari kawasan Teluk. Jadi, akan sangat menguntungkan bagi mereka jika turut mendukung langkah ini," cetus Bessent.

Menkeu AS ini menyerukan kepada negara-negara lainnya untuk mendukung langkah AS atau menghadapi konsekuensinya.

inilah saatnya bagi sekutu-sekutu kami dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan. Kita akan melumpuhkan perekonomian rezim pembunuh ini, yang akan membatasi kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuatan melalui proksi-proksi mereka," tegas Bessent dalam pernyataannya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa sudah saatnya mengakhiri perang Timur Tengah dengan Amerika Serikat karena Teheran kini berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan Washington.

Perundingan antara kedua musuh bebuyutan tersebut masih terhenti dan mengalami kebuntuan. Teheran tetap menutup sebagian Selat Hormuz dan Washington terus melakukan blokade balasan angkatan laut terhadap Iran.

" kata Pezeshkian dalam pertemuan dengan para dokter di Iran, dilansir kantor berita AFP.

rumah sakit, dan infrastruktur kita dengan melanggar semua peraturan dan dibenci di seluruh dunia," imbuhnya.

Komentar tersebut muncul setelah Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS melakukan "terorisme ekonomi" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan". Ini disampaikan setelah Washington mengatakan akan meningkatkan sanksi-sanksi untuk menekan Teheran.

" kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Iran.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8630409/saat-iran-ingin-akhiri-perang-selagi-di-posisi-kuat