Subang, Jalancagak.com

yang terdiri atas 469 korban tewas di Nepal dan tiga korban tewas di Tibet.

termasuk ratusan warga negara asing (WNA) dari puluhan negara, dinyatakan hilang di Nepal. Sedangkan laporan terpisah dari televisi pemerintah China, CCTV, menyebutkan bahwa 558 orang hilang di area Gyirong, Tibet, termasuk 260 WNA.

seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (28/8/2026), sempat menyebutkan bahwa gempa bumi memicu tanah longsor yang jatuh ke Sungai Lednde Khola di Nepal, yang kemudian menyebabkan banjir bandang dahsyat tersebut.

Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS telah mengonfirmasi bahwa bencana itu disebabkan oleh runtuhnya gletser, yang memicu aliran deras berupa bebatuan, material es, lumpur dan puing-puing yang menerjang sistem sungai pegunungan Himalaya tersebut.

dampak dari jatuhnya material runtuhan ke dasar lembah sangat kuat hingga tercatat berkekuatan Magnitudo 5,2.

yang menjelaskan adanya laporan mengenai aktivitas seismik.

Dr Simon Cook, mengatakan kepada BBC bahwa timnya mendeteksi adanya keruntuhan pada bagian bawah sebuah gletser yang terletak 15 kilometer di sebelah barat lokasi banjir bandang menerjang.

Gletser merupakan massa es besar yang terbentuk selama ribuan tahun dari tumpukan salju yang memadat dan perlahan mengalir menuruni lereng akibat beratnya sendiri. Gletser juga mengandung material bebatuan dan sedimen dalam jumlah besar.

gletser perlahan mengikis dan membentuk lanskap pegunungan sembari membawa material hasil erosi dalam volume yang besar.

memicu peristiwa yang pada dasarnya merupakan longsoran es dan bebatuan. Material es dan puing bebatuan dalam jumlah besar tersebut, masuk ke Lende Khola, anak sungai dari Sungi Bhote Koshi, sehingga menyebabkan lonjakan aliran sungai secara tiba-tiba yang membawa aliran air, sedimen, dan bongkahan batu besar ke arah hilir.

lembaga ilmiah antarpemerintah, menemukan bahwa ketinggian air sungai di bagian hilir naik antara 7-9 meter dalam kurun waktu 30 menit. Beberapa stasiun pemantau ketinggian air hanyut terbawa arus.

hingga mengarahkan aliran puing dan air dengan kecepatan sangat tinggi, sebagaimana terlihat dalam rekaman video peristiwa banjir bandang yang beredar di medis sosial.

para ilmuwan telah memperingatkan mengenai mencairnya es dan lapisan tanah beku (permafrost) di kriosfer -- wilayah dunia yang membeku -- akibat kenaikan suhu yang disebabkan oleh akumulasi gas rumah kaca dari aktivitas manusia selama 200 tahun terakhir.

pemanasan global memicu gletser dan lapisan permafrost mencair dengan laju yang semakin cepat.

aliran puing, limpasan air lelehan gletser, banjir luapan danau, dan runtuhnya gletser, karena pemanasan iklim pada akhirnya mengganggu stabilitas lingkungan pegunungan tinggi ini".

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8638345/runtuhnya-gletser-pemicu-banjir-bandang-nepal-tercatat-setara-gempa-m-5-2