RKI Muda: Langkah Inovatif PKS DIY Jaga Generasi
YOGYAKARTA — Di tengah gempuran arus informasi digital yang tak terbendung, banyak orang tua merasa kehilangan "frekuensi" untuk berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Jika keluarga tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk mengadu, ke mana generasi muda akan berlabuh? Pertanyaan krusial inilah yang dijawab oleh Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) PKS DIY melalui agenda Upgrading Penggerak Rumah Keluarga Indonesia (RKI) DIY.
Kegiatan yang digelar di Kantor DPTW PKS DIY pada Sabtu (8/8/2026) ini mengusung tema visioner: “Membaca Generasi Muda, Menguatkan Ketahanan Keluarga.” Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), sekitar 1 dari 3 remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. Artinya, anak muda kini sedang menghadapi kondisi dan tantangan yang tidak ringan.
Ketua DPW PKS DIY Budi Wiyarno menegaskan bahwa PKS DIY mengambil langkah proaktif dengan melahirkan program RKI Muda. Menariknya, program ini merupakan inisiasi murni dari PKS DIY yang lahir dari keresahan melihat realitas di lapangan.
"RKI Muda adalah buah dari diskusi panjang kita di PKS DIY. Kalau ditanya SOP-nya bagaimana? Secara formal dari pusat (DPP) memang belum ada, karena ini murni inovasi kita untuk merespons kondisi anak muda khususnya di Jogja. Namun, langkah ini sudah kita komunikasikan dan koordinasikan dengan tingkat pusat," terang Budi Wiyarno dengan optimis.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BIPEKA PKS DIY, Ary Kurniawati, S.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada para penggerak RKI dari seluruh kabupaten/kota se-DIY yang hadir. Menurutnya, pemahaman terhadap perubahan generasi adalah kunci agar pesan kebaikan bisa diterima oleh anak muda.
"Keluarga adalah fondasi ketahanan sosial. Saat kita mampu merespons perubahan generasi secara tepat, tantangan anak muda dapat kita arahkan menjadi energi yang konstruktif," ungkap Ary Kurniawati.
Dalam sesi Insight Pakar, psikolog Pihasniwati memberikan peringatan penting bagi para orang tua dan penggerak RKI. Di era digital, keterikatan (attachment) anak muda bergeser kepada siapa yang dianggap peduli.
"Anak muda akan attach atau percaya pada siapa pun yang hadir dan peduli pada hidupnya. Bahayanya, jika keluarga absen, mereka akan menempel pada orang asing di media sosial atau bahkan sekadar aplikasi. Jangan sampai saat menghadapi masalah, mereka justru mencari solusi pada pihak yang tidak kompeten," tegas sosok yang akrab disapa Bunda Hasni tersebut.
Selain sesi insight, kegiatan juga dilanjutkan dengan workshop “Merancang RKI Muda: Dari Insight Menuju Aksi” bersama Fitria Ningsih. Workshop diarahkan agar peserta tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi mampu menyusun gagasan dan langkah konkret yang dapat diterapkan dalam pengembangan program RKI. Harapannya, RKI tidak hanya menjadi tempat pembinaan yang kaku, tetapi menjadi ruang tumbuh yang sehat dan adaptif.
Melalui upgrading ini, PKS DIY berharap penggerak RKI mampu menghadirkan pendekatan yang lebih kontekstual dan komunikatif. Ketahanan keluarga bukan lagi soal memerintah, melainkan soal membangun jembatan komunikasi, demi lahirnya generasi yang tangguh secara mental dan spiritual.
Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/rki-muda-langkah-inovatif-pks-diy-jaga-generasi