Ribuan Warga Chili Berdemo Dukung Palestina, Pengacara Ajukan Petisi Usir Israel dari PBB
Ribuan aktivis solidaritas, organisasi sosial, budaya, dan hak asasi manusia turun ke jalan, bertepatan dengan persiapan kelompok “Pengacara untuk Palestina” mengirimkan surat kepada PBB yang didukung puluhan ribu tanda tangan, menuntut pengusiran pendudukan Israel dari organisasi internasional.
Pawai dimulai dari depan Pusat Kebudayaan Gabriela Mistral (GAM) menuju alun-alun penerbangan di kotamadya Providencia, pusat kota Santiago. Quds Press melaporkan, Senin (22/6).
Menurut penyelenggara, aksi bertujuan mendukung rakyat Palestina dan mengecam agresi berkelanjutan di Jalur Gaza serta pelanggaran terhadap warga sipil di wilayah Palestina yang diduduki.
Surat kabar Chili La Tercera melaporkan, jumlah peserta diperkirakan mencapai 5.000 orang.
Acara yang telah mendapat lisensi resmi ini juga dimeriahkan dengan kegiatan budaya, seni, dan kuliner di titik akhir, mencerminkan gerakan solidaritas yang meluas di Chili.
Sejumlah organisasi pro-Palestina turut serta, termasuk Koordinasi Aksi untuk Palestina, kelompok budaya, hak asasi manusia, dan serikat buruh. Pawai ini menjadi bagian dari eskalasi gerakan rakyat di Chili yang menolak agresi di Gaza dan menuntut penghormatan terhadap hukum internasional serta hak rakyat Palestina atas kebebasan dan penentuan nasib sendiri.
Di luar aksi jalanan, kelompok “Pengacara untuk Palestina” mengambil langkah strategis. Pengacara dan mantan diplomat Nelson Haddad menyatakan akan menyerahkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres untuk meminta pembukaan jalan mengusir pendudukan Israel dari PBB.
Inisiatif ini didukung oleh sekitar 80.000 tanda tangan yang dikumpulkan organisasi masyarakat sipil. Surat tersebut menyerukan penerapan ketentuan Piagam PBB terhadap negara-negara yang secara konsisten melanggar prinsip-prinsip organisasi internasional.
Menurut media Chili, pengacara Nelson Haddad dan Paula Abou Ghattas, bersama aktivis Jihad Shahwan, dijadwalkan mengirimkan surat ke markas Komisi Ekonomi untuk Amerika Latin dan Karibia (CEPAL) di Santiago, sebuah badan PBB.
Surat itu meminta pertimbangan pengecualian pendudukan Israel dari keanggotaan PBB, dengan alasan pelanggaran berulang terhadap resolusi PBB, serta kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida di Gaza.
Haddad menegaskan bahwa pendudukan Israel tidak mematuhi resolusi PBB tentang Palestina sejak 1948, termasuk yang terkait pembentukan negara Palestina. Kelanjutan perilaku ini, katanya, menempatkan PBB pada ujian serius terhadap kredibilitas dan mekanisme hukumnya. [[
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/ribuan-warga-chili-berdemo-dukung-palestina-pengacara-ajukan-petisi-usir-israel-dari-pbb/