Subang, Jalancagak.com Lebih dari 1.150 tenaga kesehatan dan organisasi menandatangani petisi yang menyerukan boikot terhadap Asosiasi Medis Israel (IMA), menuduhnya gagal menjunjung tinggi etika kedokteran selama genosida Israel di Gaza.

Kampanye yang dipimpin oleh People’s Health Movement (PHM), Artsen voor Gaza (Dokter untuk Gaza), dan Dewan Penasihat Kesehatan dari Jewish Voice for Peace ini menuntut agar IMA ditangguhkan keanggotaannya dari World Medical Association (WMA), demikian dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (16/6).

Para aktivis menuduh IMA bungkam di tengah penghancuran sistem kesehatan Gaza, pembunuhan dan penahanan pekerja medis Palestina, serta penyiksaan di pusat-penahanan Israel.

Menurut PHM, kampanye ini bertujuan untuk mengakhiri keterlibatan medis dan mendesak komunitas medis global untuk bertindak melawan apa yang disebut sebagai kegagalan IMA dalam mengutuk serangan terhadap layanan kesehatan di Gaza.

Kelompok tersebut mengatakan 1.722 pekerja kesehatan Palestina telah tewas sejak Oktober 2023, sementara rumah sakit, ambulans, dan klinik berulang kali diserang atau dihancurkan, melumpuhkan sistem kesehatan Gaza.

The Lancet melaporkan bahwa kampanye ini menginginkan penangguhan IMA dimasukkan ke dalam agenda Majelis Umum WMA pada bulan Oktober. Jurnal tersebut juga mencatat bahwa mereka tidak menemukan pernyataan publik apa pun di mana IMA mengutuk serangan Israel terhadap sistem kesehatan Gaza, mengkritik perilaku Israel dalam genosida, menyerukan gencatan senjata, atau menanggapi laporan PBB tentang genosida terhadap warga Palestina.

Leslie London, profesor emeritus kesehatan masyarakat di University of Cape Town dan anggota PHM Afrika Selatan, mengatakan kepada The Lancet bahwa IMA telah bersekongkol dalam perlakuan tak terkatakan terhadap warga Palestina selama perang ini.

Ia menuduh asosiasi tersebut gagal mengakui bukti penargetan fasilitas dan pekerja kesehatan yang disengaja, serta kondisi kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat yang dihadapi tahanan Palestina di penjara dan pusat penahanan Israel.

Namun, IMA menolak tuduhan tersebut dalam komentarnya kepada The Lancet, menggambarkannya sebagai kebohongan atau tuduhan yang sangat disengketakan yang disajikan sebagai fakta.

IMA berargumen bahwa seruan untuk pengusirannya mencampuradukkan tindakan pemerintah dengan tindakan asosiasi medis dan memperingatkan bahwa langkah tersebut akan merusak kolaborasi ilmiah dan melemahkan dialog medis internasional.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/ribuan-tenaga-kesehatan-dunia-boikot-asosiasi-medis-israel-atas-genosida-di-gaza/