Subang, Jalancagak.com Lapangan Neptunus Brunnen di jantung ibu kota Jerman, Berlin, menjadi saksi aksi solidaritas massal pada Jumat (5/6) ketika ratusan demonstran mengibarkan bendera Palestina dalam sebuah acara besar.

Aksi tersebut bertepatan dengan peringatan 59 tahun Hari Naksah (Hari Kemunduran), yang jatuh pada 5 Juni 1967, peringatan kekalahan Arab dalam Perang Enam Hari yang menyebabkan pendudukan Israel atas Tepi Barat, Gaza, Yerusalem Timur, dan Dataran Tinggi Golan.

Dalam laporan Jaridah Al-Quds, aksi bertujuan untuk menghubungkan memori sejarah Hari Kemunduran dengan kenyataan menyakitkan yang sedang dialami oleh Jalur Gaza saat ini.

Para peserta meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan segera diakhirinya genosida di Gaza, yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil sejak Oktober 2023, serta menghentikan operasi militer Israel di Tepi Barat hingga Lebanon.

Simbol Perlawanan di Atas Panggung Terbuka

Lapangan Neptunus Brunnen yang terkenal itu berubah menjadi panggung terbuka untuk mengekspresikan solidaritas warga Berlin terhadap Palestina. Aksi demonstrasi diselenggarakan atas undangan Komite Nasional Bersatu di Berlin, yang terdiri dari berbagai anggota komunitas Palestina, aktivis solidaritas Arab, serta warga asing dan Jerman yang turut berpartisipasi.

Penyelenggara menekankan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyampaikan pesan penolakan tegas terhadap blokade dan kondisi kemanusiaan mencekik yang dihadapi oleh penduduk Gaza. Puluhan orator menyampaikan pidato dalam bahasa Arab dan Jerman, menekankan bahwa peringatan kemunduran tahun ini semakin luar biasa dan tragis mengingat eskalasi serangan pendudukan yang semakin masif dan brutal di Gaza serta Tepi Barat.

Mereka menilai bahwa kelanjutan agresi merupakan upaya untuk memaksakan realitas politik dan geografis baru yang ditolak secara penuh oleh rakyat Palestina. Dalam pidatonya, para orator juga menyerukan perlunya memperkuat persatuan nasional Palestina sebagai pilihan strategis untuk menghadapi berbagai tantangan saat ini.

Partisipasi dalam demonstrasi ini tidak terbatas pada komunitas Arab-Palestina. Aktivis solidaritas Jerman dan Eropa dari berbagai latar belakang politik dan intelektual juga turut hadir, menunjukkan bahwa isu Palestina telah melampaui batas-batas etnis dan agama.

Penyelenggara bertekad bahwa aksi-aksi seperti ini dapat terus dilakukan untuk memengaruhi para pembuat keputusan di benua Eropa, serta menjaga narasi Palestina tetap hadir dalam opini publik internasional.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/ratusan-demonstran-penuhi-berlin-peringati-59-tahun-naksah-dan-tolak-genosida-di-gaza/