PVMBG Pastikan Pertumbuhan Pesat Gunung Anak Krakatau Masih Terkendali dan Tak Berpotensi Tsunami
Jakarta, - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memverifikasi adanya pertambahan ukuran fisik yang terbilang cepat pada Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Meski demikian, otoritas memastikan status gunung api tersebut saat ini masih dalam kategori aman.
Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan, pertambahan volume kerucut gunung api tersebut merupakan siklus alamiah dalam fase perkembangan gunung api yang masih berusia muda.
Kondisi morfologi saat ini juga dipastikan belum berisiko menimbulkan longsoran besar lereng tubuh gunung yang memicu tsunami.
Rita menyebutkan, pola erupsi Gunung Anak Krakatau kini sudah kembali stabil dengan karakter strombolian berskala pendek.
Pascaaktivitas letusan pada awal September 2026, instrumen pencatatan bahkan tidak merekam satu pun erupsi pada hari Senin (14/9) dan Selasa (15/9).
"Potensi erupsi masih ada, tetapi jangan terlalu dikhawatirkan karena ini memang bagian dari dinamika pertumbuhan Anak Krakatau yang merupakan gunung api muda yang sedang membentuk tubuhnya," kata Rita.
Rita memaparkan, pesatnya akumulasi material pembentuk badan gunung dipengaruhi oleh perpaduan dinamika tektonik kawasan, struktur kantung magma yang terbuka, sifat magma encer dengan viskositas rendah, serta tingginya intensitas letusan.
Perubahan pada arah zona subduksi dari lempeng Sumatera ke arah Selat Sunda memicu terbentuknya celah geologi yang memudahkan magma bersuhu sangat panas merangsek naik tanpa rintangan berarti.
Akibatnya, lelehan magma tersebut dengan cepat mengendap dan memperluas dimensi kerucut gunung.
Di tengah pelaksanaan operasi SAR terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang di kawasan Selat Sunda, PVMBG mengimbau masyarakat luas maupun pemerhati kebencanaan agar tidak terpengaruh kepanikan terkait rumor bahaya longsoran dinding gunung (flank collapse).
"Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau ini belum mengkhawatirkan bisa menjadi ancaman keruntuhan, karena tubuhnya sekarang ketinggiannya masih sekitar 150-an meter dan slope-nya (kemiringan lereng) juga masih landai. Jadi sekali lagi, saat ini kalau terjadi runtuhan itu tidak akan menyebabkan tsunami," ucap Rita.
Untuk memastikan keselamatan perairan di perbatasan wilayah Banten dan Lampung tersebut, PVMBG terus menyiagakan tim pengamat guna memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau selama 24 jam penuh secara berkelanjutan. (ant/dpi)
Artikel Telah Tayang di : https://www.tvonenews.com/berita/nasional/467730-pvmbg-pastikan-pertumbuhan-pesat-gunung-anak-krakatau-masih-terkendali-dan-tak-berpotensi-tsunami