Prof Maman Abdurrahman Wafat, Muhammadiyah Kehilangan Tokoh Dakwah dan Pembaru Islam
Almarhum adalah ayahanda Hilman Latief, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, wafat pada Ahad (21/6) sekitar pukul 06.00 WIB di Bandung.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Prof. Maman. Sumber Suara Muhammadiyah menyebutkan.
Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah, baik dalam pemikiran maupun aktivitas gerakannya.
“Beliau sangat dekat dengan Muhammadiyah, baik dalam pemikiran maupun pergerakannya. Saya kerap berkomunikasi, bersilaturahmi, dan berdiskusi dengan beliau. Karena itu, Persis maupun Muhammadiyah sama-sama merasakan kehilangan atas wafatnya tokoh besar tersebut,” ujar Haedar.
Haedar menilai wafatnya Prof. Maman merupakan kehilangan besar bagi gerakan dakwah dan tajdid Islam di Indonesia. Meski demikian, nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan keteladanan yang telah diwariskan almarhum harus terus dijaga serta diteruskan oleh generasi penerus.
Ia juga menyampaikan pesan kepada Hilman Latief dan keluarga besar almarhum agar tetap melanjutkan semangat perjuangan yang telah ditanamkan Prof. Maman dalam memajukan Islam dan bangsa.
“Perjuangan beliau harus terus dilanjutkan, termasuk oleh Hilman Latief dan keluarga. Anak-anak serta keluarga menjadi bagian penting dalam meneruskan ikhtiar memajukan Islam dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri tercinta,” tuturnya.
Secara pribadi, Haedar mengenang Prof. Maman sebagai pribadi yang hangat, terbuka, dan mudah menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Sikap tersebut menjadikannya tokoh yang dihormati dan memiliki hubungan baik dengan banyak elemen umat Islam, termasuk Muhammadiyah.
“Atas nama PP Muhammadiyah, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” lanjutnya.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/prof-maman-abdurrahman-wafat-muhammadiyah-kehilangan-tokoh-dakwah-dan-pembaru-islam/