Subang, Jalancagak.com

JAKARTA – Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB University Prof. Muhammad Firdaus menilai Bank Petani dan Nelayan layak dikembangkan sebagai upaya memperkuat pembiayaan sektor pangan.

Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Urgensi Kelembagaan Bank Petani dan Nelayan sebagai Instrumen Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional" yang digelar Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Senin, (13/07/2026) di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta.

Menurutnya, sekitar separuh dari pelaku UMKM di Indonesia merupakan petani dan nelayan, namun akses mereka terhadap pembiayaan formal masih menghadapi berbagai kendala.

"Keinginan untuk menghidupkan kembali Bank Petani dan Nelayan adalah langkah yang baik. Gagasan ini tidak bertentangan dengan kebijakan yang ada, namun harus dibangun dengan ekosistem yang kuat," ujarnya.

Prof. Firdaus menjelaskan, persoalan pembiayaan pertanian tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan kredit, tetapi juga produktivitas usaha, skala usaha petani yang masih kecil, rendahnya literasi keuangan, hingga tingginya risiko usaha akibat faktor iklim dan musim.

Karena itu, ia menyampaikan empat rekomendasi untuk pengembangan Bank Petani dan Nelayan. Pertama, membangun ekosistem pembiayaan dari hulu hingga hilir dengan melibatkan pembeli hasil panen (off taker) misalnya melalui skema contract farming. 

Kedua, meningkatkan produktivitas agar usaha petani dan nelayan mencapai skala komersial. Ketiga, memperkuat digitalisasi guna meningkatkan literasi keuangan sekaligus mengurangi kesenjangan informasi antara lembaga keuangan dan petani. Keempat, menjadikan Bank Petani dan Nelayan sebagai instrumen pendukung Asta Cita melalui penguatan swasembada pangan, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

FGD ini menjadi bagian dari upaya PKS merumuskan gagasan kebijakan yang dapat memperkuat kesejahteraan petani dan nelayan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/prof-firdaus-bank-petani-nelayan-perlu-bangun-ekosistem-pembiayaan-pangan