Presiden PKS AMY: BRSN Harus Bangun Jembatan untuk Menangkan PKS
JAKARTA, 8 Agustus 2026 — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY) mendorong Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) PKS membangun kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda, kampus, komunitas, kalangan profesional, serta jaringan internal partai.
Menurut AMY, penguatan jejaring dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan zaman sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam kehidupan kebangsaan.
Pesan tersebut disampaikan AMY saat memberikan sambutan pada Rakornas Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) PKS se-Indonesia yang digelar secara virtual, Sabtu (8/8/2026).
Rakornas diikuti sekitar 100 peserta yang mewakili BRSN PKS dari 30 provinsi. Forum ini menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat koordinasi, rekrutmen, pendidikan, dan pembinaan relawan serta saksi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Dalam sambutannya, AMY menekankan pentingnya BRSN membangun link and match dengan seluruh bidang dan badan di internal PKS, termasuk sayap organisasi, Gema Keadilan, Fraksi PKS, serta berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, BRSN memiliki posisi strategis untuk mempertemukan berbagai potensi tersebut agar dapat bekerja secara sinergis dan saling melengkapi.
“Jangan membangun tembok, tetapi membangun jembatan,” tegas Almuzzammil.
Ia menjelaskan, semangat membangun jembatan tersebut perlu diwujudkan melalui kerja konkret, seperti pelatihan dan pembinaan relawan serta saksi, kegiatan di daerah, program reses, hingga kegiatan kemasyarakatan.
Kolaborasi tersebut, lanjut Almuzzammil, tidak hanya bertujuan memperkuat koordinasi internal organisasi, tetapi juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat.
AMY juga mendorong BRSN memperluas rekrutmen relawan ke berbagai lingkungan masyarakat, terutama komunitas, kalangan profesional, pengajar, dan generasi muda.
Menurutnya, target 340 ribu relawan membutuhkan pendekatan rekrutmen yang terbuka dan mampu menjangkau kelompok masyarakat secara lebih luas.
“Bisa gak meyakinkan anak muda untuk ikut bergabung bersama target kita 340 ribu?” kata AMY.
Ia menegaskan, rekrutmen harus berjalan beriringan dengan pembinaan. Relawan dan saksi tidak cukup hanya terdata, tetapi perlu mendapatkan pendidikan, pelatihan, serta penguatan kapasitas secara berkelanjutan.
Program penguatan kapasitas seperti Training of Pelatih (TOP), menurutnya, perlu dimaksimalkan agar relawan dan saksi memiliki kemampuan serta kesiapan menjalankan perannya.
Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/presiden-pks-amy-brsn-harus-bangun-jembatan-untuk-menangkan-pks