Presiden Pazeshkian: Kesepakatan AS-Iran Bukan Akhir, tetapi Awal Jalan Perdamaian
Pernyataan itu disampaikan setelah penandatanganan kesepakatan antara Teheran dan Washington yang mendapat perhatian besar dari dunia internasional. Press TV melaporkan, Jumat (19/6).
Dalam pidatonya, Presiden Iran menekankan bahwa negaranya tetap berpegang pada prinsip kedaulatan, kemerdekaan politik, dan kepentingan nasional.
Namun, ia menegaskan bahwa Iran siap menempuh jalur dialog dan kerja sama apabila dilakukan atas dasar saling menghormati serta tanpa tekanan maupun ancaman dari pihak mana pun.
Menurutnya, kesepakatan tersebut lahir setelah proses perundingan yang panjang dan kompleks. Ia menyebut diplomasi sebagai instrumen terbaik untuk menghindari konflik yang dapat merugikan seluruh pihak, sekaligus membuka peluang bagi terciptanya hubungan yang lebih stabil di kawasan Timur Tengah.
Presiden Iran juga menyampaikan harapan agar kesepakatan itu dapat menjadi fondasi bagi penyelesaian berbagai krisis regional yang selama ini memicu ketegangan.
Ia menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara-negara di kawasan serta mengedepankan solusi politik dibandingkan pendekatan militer dalam menyelesaikan perselisihan.
Penandatanganan MoU antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap stabilitas Timur Tengah.
Selain mendapat sambutan positif dari sejumlah negara, termasuk China dan Rusia, kesepakatan tersebut juga dinilai dapat memengaruhi dinamika konflik di berbagai front kawasan, termasuk Lebanon, Suriah, dan Teluk Persia.
Pernyataan Presiden Iran menunjukkan kehati-hatian Teheran dalam menyikapi kesepakatan tersebut. Meski membuka peluang bagi normalisasi hubungan dengan Washington, implementasi hasil perundingan masih akan menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membangun kepercayaan dan memastikan seluruh komitmen yang telah disepakati dapat dijalankan secara konsisten oleh kedua belah pihak.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/presiden-pazeshkian-kesepakatan-as-iran-bukan-akhir-tetapi-awal-jalan-perdamaian/