Presiden Korsel Soroti Polisi soal Geger Skandal Orang Hilang di Jeju
Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyerukan peningkatan akuntabilitas kepolisian buntut kasus orang hilang di Pulau Jeju. Dia meminta polisi di Korsel memperkuat tanggung jawab.
" ujar Lee dalam rapat kabinet seraya menambahkan bahwa publik mempertanyakan apakah kepolisian mampu memikul tanggung jawab tersebut seperti dilansir Reuters, Kamis (27/8/2026).
Hal ini disampaikan Lee di tengah rencana reformasi yang akan memberikan peran lebih besar bagi kepolisian dalam penyelidikan tindak pidana.
namun dua di antaranya diduga telah ditutup oleh petugas yang sama tanpa adanya konfirmasi mengenai keselamatan orang yang hilang tersebut.
seorang wanita berusia 37 tahun yang hilangnya memicu kontroversi nasional setelah polisi menutup kasus tersebut tanpa memastikan keselamatannya, menurut dugaan yang ada. Jenazahnya ditemukan 104 hari setelah ia dinyatakan hilang.
sehingga memicu pencarian ulang yang berakhir dengan ditemukannya jenazah pria tersebut.
pengadilan menahan petugas tersebut atas dugaan kelalaian tugas, pemalsuan catatan elektronik resmi, dan menghalangi pelaksanaan tugas resmi. Namun, petugas tersebut membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa ia telah menghubungi orang-orang yang hilang tersebut, menurut laporan yang mengutip seorang pejabat kepolisian.
yang telah memicu kekhawatiran akan keamanan serta kritik di media sosial.
Pejabat Sementara Komisaris Kepolisian Nasional, Yoo Jae-seong, meminta maaf dan menjanjikan langkah-langkah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Kepolisian telah memerintahkan adanya persetujuan dari atasan untuk penutupan kasus orang hilang sembari menunggu peningkatan sistem manajemen kasus mereka.
" ujar Yoo, seraya berjanji akan memeriksa kembali semua kasus yang ditangani oleh petugas tersebut.
Badan Kepolisian Nasional menempatkan empat petugas dalam rantai komando di kantor polisi Jeju yang terlibat dalam kasus ini ke dalam status cuti administratif, demikian dilaporkan Yonhap.
Menteri Dalam Negeri dan Keselamatan Yun Ho-jung juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat umum. Yun beserta para pejabat tinggi kepolisian berdiri dan membungkukkan badan sebagai tanda permintaan maaf, serta berjanji akan mengambil langkah-langkah menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8637442/presiden-korsel-soroti-polisi-soal-geger-skandal-orang-hilang-di-jeju