Presiden Guatemala Tolak Kemungkinan Operasi Militer AS di Negaranya
pelaksanaan operasi militer gabungan" dengan angkatan bersenjata asing.
membawa senjata-senjata... hukum tidak mengizinkannya," kata Arevalo dalam wawancara eksklusif dengan AFP saat melakukan kunjungan ke Panama, seperti dilansir AFP, Selasa (23/6/2026).
bahwa serangan terarah dapat dikerahkan di Guatemala dan Ekuador untuk menargetkan geng-geng kriminal dan perdagangan narkoba.
Guatemala merupakan bagian dari aliansi anti-perdagangan narkoba yang dipromosikan oleh Presiden AS Donald Trump.
dukungan di tingkat operasi taktis untuk perencanaan penggerebekan, dan berbagi intelijen".
Arevalo menegaskan bahwa tindakan bersenjata terhadap kelompok kriminal tetap menjadi tanggung jawab pasukan keamanan Guatemala.
yang telah ditetapkan sebagai "teroris" oleh pemerintahan Trump, beroperasi di wilayah Guatemala.
AS melakukan penggerebekan di Venezuela yang menewaskan pemimpin geng kriminal Tren de Aragua, Hector Rusthenford Guerrero Flores, alias Nino Guerrero. Dia didakwa atas perdagangan narkoba, pemerasan, dan tindak kejahatan lainnya di AS sebelum penggerebekan dilakukan.
yang kepalanya dihargai US$ 5 juta tersebut, ke media sosial. Video itu menunjukkan pemandangan dari atas sebuah bangunan yang dikelilingi pepohonan sebelum ledakan terjadi, menghasilkan kepulan asap. Tidak ada orang yang terlihat jelas dalam video tersebut.
AS juga melakukan serangkaian serangan udara terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di perairan Karibia dan Pasifik, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 200 orang.
Washington juga mengakui bahwa mereka melakukan misi bersama dengan Ekuador di wilayah-wilayah sepanjang perbatasan dengan Kolombia.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8543794/presiden-guatemala-tolak-kemungkinan-operasi-militer-as-di-negaranya