Prabowo: Digitalisasi Bansos Telah Berjalan di 153 Kabupaten/Kota
mudah diakses, dan bermartabat. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui digitalisasi pendaftaran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako.
dan (BPNT atau Sembako). Telah berjalan di 153 kabupaten kota pada 38 provinsi," kata Prabowo, dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).
atau lebih dari 50% keluarga Indonesia pada saat implementasi," sambungnya.
Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
digitalisasi juga memangkas biaya dan waktu yang sebelumnya harus dikeluarkan masyarakat tidak mampu untuk mengakses bansos.
keluarga pra-sejahtera diperkirakan mengeluarkan biaya sekitar Rp 150.000 untuk ongkos perjalanan, dokumen, fotokopi, serta waktu kerja yang hilang.
gratis. Pemeriksaan kelayakan yang sebelumnya dapat memakan waktu 75-200 hari," jelas Prabowo.
Prabowo menegaskan masyarakat kurang mampu tidak seharusnya dibebani biaya untuk membuktikan kondisi ekonominya.
lanjut Prabowo, akan terus diperluas tidak hanya pada program bantuan sosial, tetapi juga bantuan pemerintah dan subsidi.
transparansi, serta kemudahan akses bagi masyarakat.
Prabowo juga menyapa dan memperkenalkan dua penerima manfaat yang hadir langsung. Keduanya menjadi gambaran nyata dampak program perlindungan sosial.
Salah satunya Susana dari Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian dengan upah Rp 700.000 per kilogram untuk pekerjaan mengupas bawang.
hadir penerima bantuan sosial asistensi rehabilitasi sosial (ATENSI) dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Margarelitha Rohi.
pada usia 38 tahun, Margarelitha masih berdagang sekaligus merawat bibinya yang telah berusia 80 tahun.
melainkan memastikan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8618538/prabowo-digitalisasi-bansos-telah-berjalan-di-153-kabupaten-kota