Subang, Jalancagak.com

SURABAYA - Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan, Riyono memberikan penguatan nilai dan mengingatkan konsistensi perjuangan berbasis ideologi partai yang harus terus dipupuk kepada semua anggota partai. Hal ini ia sampaikan pada kegiatan Latihan Perempuan Siaga (Latansa) dan Kemah Bela Negara (Kembara) PKS Jawa Timur (Jatim) yang menjadi pilar pendidikan kader PKS di setiap jenjang harus terus dilakukan secara berkelanjutan. 

“Pendidikan nilai dasar partai dalam bentuk berbagai kegiatan training dan latihan keterampilan olahraga menjadi penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran kader,” papar Riyono Caping yang juga Aleg komisi IV DPR dapil 7 Jatim.

Pada kesempatan pembekalan kader perempuan se Jatim di Malang, Riyono memberikan bekal untuk setiap rumah tangga kader untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Ketahanan ekonomi paling kecil adalah mengoptimalkan lingkungan rumah untuk menghasilkan pangan sendiri, apa yang kita makan adalah apa yang bisa kita tanam dan pelihara sendiri dari rumah kita. 

“Ketahanan pangan nasional berakar dari ketahanan pangan keluarga. Ketahanan pangan meliputi akses, ketersediaan, keterjangkauan, daya beli dan keamanan pangan untuk keluarga,” papar Riyono Caping.

Secara nasional, pangan pokok berupa beras Indonesia sudah swasembada, ada stok di gudang bulog lebih dari 3 juta ton beras. Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional memiliki kontribusi besar bagi produksi beras, kurang lebih 50% dihasilkan dari Jawa Timur. 

“Saya mengajak kader perempuan PKS Jatim untuk memelihara ayam petelur, menanam sayur-sayuran, cabai dan ikan di halaman rumah atau tanah kosong di lingkungan yang bisa menghasilkan produk sendiri, inilah kunci ketahanan pangan keluarga,” jelas Riyono Caping yang merupakan putra asli Magetan. 

Sensus kader membuktikan bahwa ekonomi menjadi kunci ketahanan nasional, dalam kondisi global yang penuh tekanan maka kader dan keluarga harus menjadi pilar penting modal perjuangan jangka panjang. 

“Ketahanan pangan berupa produk pangan sendiri mampu mengurangi pengeluaran keluarga dari makan minum bisa sampai 10-15%. Jika bisa dilakukan maka akan sangat membantu ekonomi keluarga. Anggaran efisiensi bisa untuk kebutuhan pendidikan anak,” tutup Riyono Caping.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/pks-ketahanan-pangan-nasional-dimulai-dari-ketahanan-rumah-tangga