Subang, Jalancagak.com

JAKARTA (19/8) — Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendesak pemerintah segera mencairkan Dana Siap Pakai (DSP) bencana yang telah disiagakan sebesar Rp5 triliun untuk mendukung revitalisasi 253 sekolah yang rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Fikri, langkah cepat tersebut penting untuk menjamin keselamatan warga sekolah sekaligus memastikan hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi pascabencana yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

“Keselamatan warga sekolah harus menjadi prioritas. Ratusan sekolah yang rusak akibat gempa di NTT harus menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keselamatan dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan,” kata Fikri di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Politikus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memahami bahwa revitalisasi ratusan sekolah membutuhkan anggaran yang sangat besar. Menurutnya, kebutuhan tersebut tidak akan cukup jika hanya mengandalkan anggaran reguler Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Karena itu, Fikri mendorong adanya sinergi lintas lembaga, khususnya antara Kemendikdasmen dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pendidikan di wilayah terdampak.

“Biaya yang dibutuhkan sangat besar. Anggaran di Kemendikdasmen tidak cukup. Maka, Kemendikdasmen perlu berkoordinasi dengan BNPB untuk mengantisipasi hal ini. Di sana ada anggaran untuk penanganan bencana,” tegasnya.

Fikri menilai ketersediaan DSP sebesar Rp5 triliun yang telah disiagakan pemerintah pusat dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan untuk mempercepat pemulihan sekolah terdampak gempa di NTT. Besaran tersebut juga dapat disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan dan permintaan resmi dari daerah.

Berdasarkan data Kemendikdasmen per 16 Agustus 2026, gempa telah menyebabkan kerusakan pada 253 sekolah di berbagai jenjang pendidikan di NTT. Kerusakan terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 104 sekolah, disusul Manggarai Timur 52 sekolah, Nagekeo 44 sekolah, Ende 39 sekolah, Ngada 35 sekolah, Sikka 27 sekolah, dan Manggarai Barat 23 sekolah.

Sembari menunggu proses perbaikan dan memastikan bangunan sekolah kembali aman digunakan, Fikri meminta pemerintah pusat dan daerah segera menyiapkan fasilitas sekolah darurat. Ia juga mendorong dilakukannya asesmen psikologis awal terhadap anak-anak terdampak dengan melibatkan Kementerian Sosial (Kemensos).

“Kami juga mendorong Kemendikdasmen untuk menyiapkan fasilitas sekolah darurat bagi anak-anak yang terdampak bencana, dengan catatan terlebih dahulu dipastikan kondisi psikologis mereka. Apabila mengalami trauma, perlu dilakukan upaya trauma healing,” paparnya.

Untuk menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dalam jangka pendek, terutama di tengah kerusakan infrastruktur dan gangguan jaringan internet, Fikri menyarankan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis modul fisik.

Menurutnya, pemerintah perlu secara proaktif menyediakan dan mendistribusikan modul pembelajaran kepada para siswa terdampak agar proses pendidikan tetap berjalan meski sarana dan prasarana sekolah belum sepenuhnya pulih.

Di sisi lain, Fikri mengingatkan pemerintah agar memastikan transparansi dan pengawasan ketat terhadap seluruh proses penyaluran dana serta pembangunan infrastruktur pendidikan pascabencana.

“Seluruh proses pembangunan harus transparan dan diawasi agar anggaran tepat sasaran. Jangan sampai dalam situasi bencana justru muncul persoalan baru karena lemahnya pengawasan,” pungkasnya.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/pks-desak-pemerintah-segera-cairkan-dsp-rp5-triliun-untuk-revitalisasi-253-sekolah-rusak-di-ntt