Pipit Chandra: Inovasi Kelompok Tani Jadi Kunci Mewujudkan Petani Indonesia yang Maju dan Sejahtera
BOGOR – Ketua Kelompok Tani "Bernard Tani" sekaligus Juara I Pelopor Inovasi Pertanian Tingkat Nasional, Pipit Chandra, menegaskan bahwa inovasi pertanian melalui penguatan peran kelompok tani merupakan langkah strategis untuk memajukan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Pipit saat menjadi narasumber dalam Training for Trainer (TFT) Instruktur Sekolah Tani Ternak Nelayan (STTN) Wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi bertema "Mencetak Duta Tani PKS untuk Kedaulatan Pangan Nasional" yang diselenggarakan Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan DPP PKS di Kabupaten Bogor, Selasa (28/7/2026).
Menurut Pipit, berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini, mulai dari perubahan iklim, tingginya biaya produksi, fluktuasi harga hasil panen, hingga keterbatasan akses pasar, tidak dapat lagi dihadapi dengan pola bertani konvensional.
"Setelah kita memahami berbagai tantangan tersebut, pertanyaan berikutnya adalah apa solusi yang harus dilakukan? Jawabannya adalah inovasi. Pertanian tidak bisa lagi dikelola dengan cara-cara lama. Petani harus bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi dan metode budidaya yang lebih modern, efisien, serta adaptif terhadap perubahan iklim," ujarnya.
Pipit menjelaskan, salah satu inovasi yang mulai dikembangkan adalah metode persemaian menggunakan sistem pot di Smart Green House Nursery. Teknologi tersebut memungkinkan proses pembibitan berlangsung dalam lingkungan yang lebih terkontrol sehingga menghasilkan bibit yang lebih sehat, seragam, dan memiliki tingkat keberhasilan tanam yang lebih tinggi.
"Bibit yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Karena itu, proses pembibitan harus mendapat perhatian yang serius," katanya.
Selain itu, Pipit juga menyoroti inovasi yang dikembangkan para petani muda melalui penerapan Rain Shelter, yakni rumah lindung tanaman yang dirancang untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem, terutama pada musim hujan maupun saat terjadi fenomena La Niña.
Menurutnya, penggunaan Rain Shelter mampu melindungi tanaman dari curah hujan berlebih yang berpotensi menyebabkan serangan penyakit, kerusakan tanaman, hingga gagal panen. Dengan demikian, produktivitas tetap terjaga dan kualitas hasil panen menjadi lebih baik.
"Inovasi-inovasi ini membuktikan bahwa tantangan bukan alasan untuk menyerah. Tantangan harus dijawab dengan kreativitas, pemanfaatan teknologi, dan kemauan untuk terus belajar," tegasnya.
Pipit juga mengajak seluruh peserta TFT STTN untuk menjadi agen perubahan di daerah masing-masing dengan menyebarluaskan berbagai inovasi pertanian kepada para petani.
"Sebagai Duta Tani PKS, Bapak dan Ibu memiliki peran penting menjadi jembatan penyebaran inovasi kepada petani di wilayah masing-masing. Sepulang dari pelatihan ini, saya berharap tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi benar-benar menjadi penggerak yang mampu mendorong petani berani berinovasi, mengadopsi teknologi, dan meningkatkan produktivitas usahanya," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kedaulatan pangan nasional hanya dapat diwujudkan apabila petani Indonesia mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, lebih efisien, dan memiliki daya saing tinggi melalui inovasi yang terus berkembang.
"Jika inovasi menjadi budaya di kalangan petani dan kelompok tani semakin kuat sebagai pusat pembelajaran, maka cita-cita mewujudkan petani yang maju, mandiri, dan sejahtera bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan," pungkasnya.
Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/pipit-chandra-inovasi-kelompok-tani-jadi-kunci-mewujudkan-petani-indonesia-yang-maju-dan-sejahtera