Pilu Balita Kembar Terpisahkan Maut saat Kebakaran Kontrakan Petakan
Jakarta Timur (Jaktim). Kebakaran yang melanda kontrakan tempat tinggal mereka, membuat keduanya harus terpisahkan oleh maut.
Sabtu (3/10/2026), peristiwa kebakaran itu terjadi pada Jumat (2/10) sekitar pukul 14.01 WIB. Grup jaga Kantor Sektor Cakung kemudian langsung menuju lokasi usai menerima informasi dan tiba pukul 14.10 WIB.
Proses pemadaman dilakukan melibatkan total 7 unit mobil damkar dengan 35 personel. Api akhirnya bisa dilokalisasi setelah 10 menit proses pemadaman dilakukan. Operasi pemadaman dinyatakan selesai pukul 15.05 WIB.
dari peristiwa tersebut, terdapat dua balita menjadi korban. Salah satu balita dinyatakan tewas.
" terang petugas Gulkarmat Jaktim.
kondisi rumah dalam keadaan terkunci.
tiba-tiba api keluar dari peralatan elektronik dari rumah korban, tetangga lalu menghubungi damkar untuk meminta bantuan," imbuh petugas.
Sabtu (3/10), rumah korban berada di sebuah gang kecil di Jalan Pelajar. Bangunan tersebut merupakan kontrakan petakan.
termasuk mainan mobil-mobilan dan sepeda kecil, tampak hangus hingga meleleh.
tiga rumah lainnya ikut terbakar dan terdampak dalam peristiwa tersebut. Kondisinya juga terlihat rusak akibat kebakaran.
atap-atap bolong, barang-barang berserakan dalam kondisi hangus. Bau hangus masih tercium dari sejumlah rumah yang terdampak. Lokasi juga telah dipasangi garis polisi.
balita kembar itu sedang beristirahat bersama kakaknya yang berusia 12 tahun. Ketua RT setempat, Marzuki, mengatakan ketiganya tengah beristirahat dengan kondisi rumah dalam keadaan terkunci.
karena istirahat ya," kata Marzuki saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/10).
saat itu sedang berada di rumah selepas salat Jumat. Saat itu dia mendengar, teriakan dari warga bahwa ada kebakaran.
warganya sendiri mengetahui adanya kebakaran setelah mendengar teriakan kakak dari balita kembar. Seketika, Marzuki lantas mendatangi rumah balita kembar itu.
'Ada api!', di situ (warga tahu ada kebakaran)," jelas Marzuki.
Marzuki pun langsung bergegas menelepon petugas damkar. Dia pun membagi tugas warganya untuk mengecek rumah balita kembar tersebut serta mengambil air untuk upaya pemadaman awal.
nah dia (kakaknya balita kembar) keluar," ujar Marzuki.
kata Marzuki, masih belum ada warga yang ingat bahwa di dalam rumah ada si balita kembar akibat kepanikan saat itu. Sampai akhirnya petugas damkar tiba, baru lah semua pihak teringat masih ada si balita kembar di dalam rumah.
kita enggak ngeh si kembar itu. Akhirnya (kakak si balita kembar) bilang, 'ada dua, ada adik, ada adik!', nah balik (warga) yang satu, langsung tuh masuk ke dalam (rumah)," terangnya.
hanya satu dari si balita kembar yang perempuan berhasil diselamatkan. Sementara kembarannya, si balita laki-laki, tidak bisa terselamatkan.
itu kan baru masuk Damkar, belum bisa nolong. Damkar juga enggak bisa (masuk). Akhirnya si korban itu baru diambil setelah proses selesai semua ya," imbuhnya.
akhirnya sekira pukul 15.00 WIB, api berhasil dipadamkan secara total oleh petugas damkar.
si balita kembar yang laki-laki jasadnya berhasil ditemukan. Balita itu ditemukan dalam kondisi duduk di dekat kamar.
kebakaran disebabkan adanya korsleting listrik pada stop kontak ke kulkas.
sebut Marzuki, menyampaikan kemunculan api pertama kali dari colokan kulkas.
colokan kulkas itu ya. Tapi wallahuaalam ya," kata Marzuki.
bahwa orang tua dari korban sedang bekerja saat kejadian. Biasanya, kata dia, balita kembar itu dititip oleh kedua orang tuanya ke rumah saudara mereka.
maka kedua orang tuanya tak menitipkan si balita kembar ke saudaranya.
jadi kakaknya yang rawat. Kalau kakaknya masuk (sekolah), anak itu dititipin. Iya, (hari itu) dijagain kakaknya itu," ungkap Marzuki.
ayah korban saat mendengar kabar rumahnya kebakaran pun langsung pulang dari lokasi kerja. Ayah korban juga sempat ingin menerabas masuk ke rumah untuk menolong korban.
Tetapi saat itu kondisinya tidak memungkinkan. Ayah korban pun saat itu coba ditenangkan oleh warga hingga akhirnya mengetahui bahwa salah satu anaknya menjadi korban tewas dalam peristiwa tersebut.
ini bapaknya tiba-tiba datang tuh. Bapaknya mau itu (ke dalam), kita larang. Karena bahaya juga buat ini (keselamatan) ya. Kita keluarin dulu, tenangin dulu di sini, kita masukin ke sini biar tenang dulu. Udah jangan, dia jangan jangan kita kasih tahu dulu. Khawatir," pungkasnya.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8691219/pilu-balita-kembar-terpisahkan-maut-saat-kebakaran-kontrakan-petakan