Perkuat Pengendalian Banjir, Walkot Semarang Kebut Pembangunan 5 Embung
khususnya di kawasan timur Kota Semarang.
pembangunan drainase, serta pengoperasian rumah pompa.
ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk mempercepat proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan embung agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
" ujar Agustina dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
mulai dari penguatan drainase, optimalisasi pompa, normalisasi sungai, hingga pembangunan embung yang saling terintegrasi.
pembangunan embung merupakan investasi infrastruktur yang bermanfaat untuk mengurangi risiko banjir. Pembangunan ini juga dapat meningkatkan cadangan air, mendukung ketahanan lingkungan, sekaligus menghadirkan ruang terbuka yang bermanfaat bagi masyarakat.
Agustina menegaskan Pemkot Semarang terus mengedepankan pendekatan yang terintegrasi dalam penanganan banjir.
tetapi yang terpenting adalah arah kebijakannya sudah jelas. Pemerintah Kota Semarang akan terus mengawal pembangunan embung secara bertahap hingga seluruh titik yang telah dipetakan dapat direalisasikan," tegas Agustina.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati menjelaskan kelima embung tersebut memiliki tingkat prioritas berbeda sesuai kesiapan teknis, kebutuhan penanganan, dan dukungan anggaran.
Kecamatan Tembalang, menjadi prioritas pertama. Dengan luas 6,473 hektare dan kapasitas tampung 120.000 meter kubik. Nilai investasinya mencapai sekitar Rp 56,75 miliar, menjadikannya proyek strategis utama dalam sistem pengendalian banjir Semarang Timur.
35 persen serta mengurangi genangan seluas sekitar 3,3 hektare di wilayah Meteseh dan Rowosari.
74 hektare dan kapasitas tampung 52.240 meter kubik. dengan estimasi biaya Rp 12,5 miliar.
7 miliar untuk kawasan Sembungharjo dan Karangroto.
Embung Graha Estetika di Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, senilai Rp6 miliar. Embung ini diprioritaskan untuk mengurangi genangan di kawasan persimpangan Sirojudin dan Tembalang Selatan.
dua kolam retensi di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, menjadi prioritas keempat dan kelima. Kolam Retensi Muktiharjo Kidul 1 sebesar Rp4,98 miliar, Kolam Retensi Muktiharjo Kidul 3 sebesar Rp1,98 miliar, serta pembangunan saluran penghubung inlet dan outlet kawasan Muktiharjo Kidul senilai Rp10,835 miliar.
Rowosari, Sembungharjo, Karangroto, Tembalang dan Muktiharjo Kidul. Infrastruktur ini juga diproyeksikan mampu menekan risiko banjir yang sebelumnya pernah melanda hingga 23 kelurahan.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8568450/perkuat-pengendalian-banjir-walkot-semarang-kebut-pembangunan-5-embung