Subang, Jalancagak.com Penjajah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berencana mengalokasikan dana negara sebesar 5,5 juta shekel (sekitar Rp29 miliar) untuk kelompok pemukim ekstremis yang dikenal sebagai “Hilltop Youth,” demikian laporan harian Yedioth Ahronoth, Senin (15/6).

Surat kabar tersebut mengatakan anggaran itu tertuang dalam dokumen yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemukiman dan Misi Nasional yang dipimpin Menteri Orit Strock. Kementerian ini akan mengawasi transfer dana melalui dewan pemukiman regional di Tepi Barat yang diduduki.

Rencana pendanaan ini dijadwalkan berlangsung dari bulan Juni hingga akhir tahun dengan total 5,5 juta shekel, tambah laporan itu.

Menurut surat kabar tersebut, setiap anggota gerakan Hilltop Youth akan menerima sekitar US$550 per bulan untuk membantu biaya makanan, pakaian, dan biaya hidup lebih dari 650 pemuda yang tinggal di pos-pos terdepan di perbukitan dan lokasi pemukiman pastoral di seluruh Tepi Barat yang diduduki.

Hilltop Youth adalah gerakan pemukim yang para anggotanya sebagian besar tinggal di pos-pos pemukiman tidak sah di Tepi Barat dan dikenal menentang upaya evakuasi terhadap mereka. Kelompok ini kerap dikaitkan dengan serangan terhadap warga Palestina dan dianggap sebagai inti ideologis dari gerakan ekstremis “Price Tag” yang telah melakukan serangan balasan terhadap warga Palestina dan properti mereka.

Didirikan pada 1998, gerakan ini sebagian besar terdiri dari pemukim Israel berusia antara 16 hingga 26 tahun yang meninggalkan rumah dan sekolah mereka untuk tinggal di pos-pos pemukiman ilegal yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke komunitas Palestina. Kelompok ini dianggap sebagai cabang dari gerakan ekstremis Gush Emunim yang mendorong perluasan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki.

Menurut kelompok hak asasi manusia Israel dan Palestina, kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk serangan terhadap komunitas Palestina, lahan pertanian, dan properti.

Sejak 8 Oktober 2023, setidaknya 1.169 warga Palestina meninggal, 12.666 luka-luka, sekitar 23.000 ditangkap, dan sekitar 33.000 mengungsi di Tepi Barat yang diduduki di tengah intensifikasi agresi militer Israel dan serangan pemukim, menurut angka otoritas Palestina.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/pemerintah-israel-danai-kelompok-pemukim-ekstremis-di-tepi-barat/