Subang, Jalancagak.com

PDIP menyebut diri mereka sebagai partai penyeimbang penguasa. Namun begitu, beberapa pihak meminta agar partai berlambang banteng tersebut lebih menegaskan sikap mereka.

Mencuatnya kembali diskursus ini adalah ketika Jazilul Fawaid meminta PDIP bersikap tegas terkait posisinya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ketua Fraksi PKB DPR tersebut mengatakan jika sikap yang tidak jelas bisa menimbulkan kesan membingungkan. Jazilul mengungkapkan hal ini tatkala menjawab pertanyaan wartawan soal dugaan keikutsertaan salah satu kader PDIP dalam aksi demo beberapa hari lalu.

mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata," kata Jazilul seperti dikutip , Kamis (18/6).

Muhammad Sarmuji juga ikut angkat bicara. Mulanya dirinya Sekjen Partai Golkar tersebut mengikuti klaim PDIP yang ingin dilihat sebagai penyeimbang. Namun dirinya juga mempertanyakan bagaimana peran penyeimbang yang selama ini digaungkan.

" ujar Sarmuji dikutip dari , Jumat (19/6).

Sejumlah pihak kemudian melihat bagaimana mesranya hubungan antara pucuk pimpinan pemerintah dengan Ketum PDIP yang terlihat bergandengan tangan usai upacara hari lahir Pancasila awal Juni lalu.

siapa yang diuntungkan? Mengapa sejumlah pihak kembali ramai soal posisi PDIP terhadap pemerintah? Ikuti ulasannya dalam detikSore!

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Magelang membongkar kasus kredit fiktif BPR Magelang sebesar Rp 4 Miliar. Dalam kasus ini, Kejari Kota Magelang menetapkan Kabag Marketing BPR Magelang berinisial S (45) dan debitur berinisial HI (47) sebagai tersangka. Keduanya saat ini langsung ditahan.

debitur belum mengangsur pinjaman pokok, baru sebatas mengangsur bunga sekitar 2 sampai 3 kali. Proses berikutnya terjadi kredit macet. Kemudian agunannya berupa 14 sertifikat atas nama orang lain.

seperti apa kelanjutan dari kasus ini? Pasal apa yang diberikan kepada tersangka? Simak laporan jurnalis detikJateng selengkapnya!

detikSore akan mengundang seorang ilmuwan perempuan berprestasi yang memiliki ketertarikan meneliti spesies keong darat. Hal ini bermula ketika Ayu Savitri melihat lendir bekicot digunakan untuk membantu menghentikan pendarahan luka. Ketertarikan tersebut membawanya menekuni bidang biologi hingga meraih gelar doktor dan menjadi peneliti keong darat. Sejak 2019, dirinya telah menemukan 23 spesies keong darat baru di Indonesia.

Ayu juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keong darat endemik Indonesia. Menurutnya, minimnya pemahaman masyarakat membuat habitat spesies asli Indonesia rentan terancam. Karena itu, Ayu terus mendorong upaya pelestarian keanekaragaman hayati melalui penelitian dan edukasi.

apa yang membuat keong menjadi hewan yang spesial untuk diteliti? Bagaimana proses penelitian yang dilakukan hingga menemukan 23 spesies baru di Indonesia? temukan jawaban selengkapnya bersama Ayu Savitri dalam segmen Sunsetalk.

pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok . Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8546801/ribut-ribut-posisi-pdip-terhadap-pemerintah-ada-apa