Subang, Jalancagak.com

Serangan Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya satu orang, sementara otoritas kesehatan Palestina telah mengkonfirmasi kematian lainnya setelah satu jenazah ditemukan dari bawah reruntuhan di daerah kantong yang hancur akibat perang tersebut.

Pasukan Israel menembak dan membunuh seorang warga Palestina di timur Deir el-Balah di Gaza tengah pada hari Sabtu, Kantor Berita Qatar (QNA) melaporkan, mengutip sumber-sumber medis.

Kementerian Kesehatan Gaza mengkonfirmasi pada hari Minggu bahwa rumah sakit telah menerima jenazah dua warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel, termasuk satu yang ditemukan dari reruntuhan.

Setidaknya lima orang, termasuk anak-anak, terluka dalam serangan Israel di kota selatan Khan Younis dan Rafah pada hari Sabtu, QNA melaporkan.

Sumber lokal mengatakan beberapa orang terluka ketika tank Israel menembaki tenda-tenda yang menampung pengungsi di Khan Younis. Di antara mereka ada seorang wanita yang terluka parah. Seorang gadis terluka parah akibat tembakan tentara Israel di wilayah pesisir al-Mawasi di Rafah.

Artileri Israel juga menembaki wilayah timur Khan Younis, dan tembakan Israel melukai beberapa orang lagi di wilayah al-Mahatta di lingkungan Tuffah Kota Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan total korban tewas sejak Israel melancarkan perang genosida terhadap warga Palestina di Gaza pada Oktober 2023 adalah 73.386 orang dan 174.250 orang terluka.

Jenazah banyak orang yang tewas dalam serangan Israel masih terkubur di bawah reruntuhan, dan jumlah kematian tersebut tidak terhitung, tambah kementerian itu. Awak ambulans dan Pertahanan Sipil Palestina masih belum dapat menghubungi mereka.

Sejak “gencatan senjata” diberlakukan pada bulan Oktober, Kementerian Kesehatan mencatat 1.258 orang terbunuh oleh Israel, 4.139 luka-luka, dan 807 jenazah ditemukan dari reruntuhan bangunan yang hancur.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa Israel telah menolak rencana 15 poin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza, dan mengatakan pada rapat kabinet bahwa pasukan Israel “tidak akan melakukan penarikan apapun sampai Hamas benar-benar dilucuti”.

Penolakan tersebut mengikuti posisi serupa yang diambil pekan lalu oleh Dewan Perdamaian pimpinan AS, yang mengatakan bahwa penarikan Israel hanya akan dilakukan setelah perlucutan senjata Hamas selesai, sehingga persyaratan gencatan senjata dan batas waktu keluarnya Israel dari Gaza belum terselesaikan bahkan ketika jumlah korban terus meningkat.

Artikel Telah Tayang di : https://www.aljazeera.com/news/2026/8/10/israeli-forces-kill-one-in-gaza-as-another-body-recovered-from-rubble