Organisasi Tahanan Palestina Sebut Israel Tahan Lebih 2.000 Anak sejak 2023
Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.
Pasukan Israel telah menahan lebih dari 2.000 anak Palestina sejak Oktober 2023, menurut Palestinian Prisoner’s Society. Organisasi hak tahanan itu menyebut sedikitnya 350 anak masih berada di penjara Israel dalam kondisi berat.
Dalam temuan yang diberitakan pada 15 Oktober 2026, organisasi tersebut menyatakan penargetan anak terus meningkat. Mereka juga mencatat penangkapan sedikitnya enam anak dari wilayah Hebron, Tepi Barat yang diduduki.
Organisasi itu menuding anak-anak menghadapi intimidasi, penyiksaan, kelaparan, dan penolakan layanan kesehatan. Mereka menilai penahanan tanpa dakwaan atau kepastian waktu pembebasan mengganggu kehidupan keluarga serta pendidikan anak.
Jumlah anak yang ditahan dari Gaza, menurut organisasi tersebut, belum jelas. Mereka mengaitkan ketidakpastian itu dengan banyaknya orang hilang, termasuk anak-anak, serta dugaan penghilangan paksa.
Palestinian Prisoner’s Society mendesak tindakan internasional untuk membebaskan anak yang ditahan secara sewenang-wenang dan menyelidiki dugaan pelanggaran. Mereka juga meminta penghentian penyiksaan, kelaparan, dan penolakan pengobatan di penjara.
Kontributor : Abu Haninas dan Tim Redaksi