Subang, Jalancagak.com

JAKARTA — Ketua Kajian Strategis (KKS) Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sapto Waluyo, menegaskan bahwa perumusan sikap politik hukum pemilu PKS harus berakar pada nilai-nilai Falsafah Dasar Perjuangan dan Platform Partai sebagai fondasi membangun demokrasi yang berkeadilan, konstitusional, dan berorientasi pada kemaslahatan bangsa.

Hal tersebut disampaikan dalam paparan bertema “Ekstraksi Nilai-Nilai Falsafah Dasar Perjuangan dan Platform Partai dalam Merumuskan Sikap Politik Hukum Pemilu PKS” pada Forum Diskusi Terbatas yang diselenggarakan Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS di Kantor DPTP PKS, Selasa (23/6).

Menurut Sapto Waluyo, pemilu tidak semata menjadi arena perebutan kekuasaan, melainkan instrumen demokrasi untuk melahirkan kepemimpinan yang berintegritas, memperkuat sistem perwakilan, serta menjaga keutuhan bangsa.

"PKS memandang politik sebagai ikhtiar nilai yang harus dijalankan dengan prinsip keadilan, musyawarah, profesionalisme, moderasi, dan etika publik. Karena itu, partai mendorong sistem politik yang lebih sederhana, berbiaya rendah, menjunjung supremasi hukum, serta didukung tata kelola partai yang bersih dan modern. Pemilu harus menjadi ruang demokrasi yang substantif, bukan sekadar prosedur formal yang rentan terhadap praktik transaksional dan penyalahgunaan kekuasaan,” ujar Sapto Waluyo.

Dalam kegiatan tersebut, MPP PKS juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil, netralitas aparatur negara, reformasi sistem kepartaian berbasis meritokrasi, serta penguatan demokrasi yang mampu menghadirkan pemerintahan yang efektif dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

"PKS berkomitmen terus mengawal terwujudnya sistem pemilu yang adil, sederhana, partisipatif, dan bermartabat sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia Madani yang Adil, Sejahtera, dan Bermartabat." ungkap Sapto Waluyo menutup paparannya.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/mpp-pks-tegaskan-pemilu-bukan-sekadar-kontestasi-melainkan-ikhtiar-membangun-bangsa