Subang, Jalancagak.com

BANDUNG— Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat menggelar Training Orientasi Partai (TOP) sekaligus pelantikan bagi Dewan Penasihat dan Dewan Pakar PKS Tingkat Wilayah dan Tingkat Daerah se-Jawa Barat di Hotel Grand Asprilia, Bandung, Minggu (6/9). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman kelembagaan sekaligus menyamakan orientasi seluruh unsur partai agar menjalankan peran dan amanah sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) PKS Tahun 2025.

Menghadirkan Syamsu Hilal, Ketua Komisi Konstitusi dan Legislasi (KKL) Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, kegiatan tersebut menempatkan AD ART bukan sekadar sebagai aturan administratif, melainkan sebagai fondasi yang memberikan arah, batas, dan orientasi dalam menjalankan amanah kepartaian. Dalam perspektif ini, pemahaman terhadap AD ART menjadi penting agar setiap peran yang dijalankan tetap berada dalam koridor visi, misi, tujuan, fungsi, serta tata kelola organisasi yang telah ditetapkan Partai. AD ART sendiri menegaskan bahwa Partai dibangun dengan landasan tata kelola kepartaian yang baik serta bercirikan akhlak mulia, inovatif, patriotik, dan pelayanan.

Syamsu Hilal menegaskan bahwa "menjadikan AD ART sebagai ruh dan landasan gerak seluruh Anggota Partai merupakan prinsip mendasar yang harus dipahami bersama, termasuk dalam menjalankan amanah di lingkungan Dewan Penasihat dan Dewan Pakar. Penegasan tersebut sejalan dengan ketentuan AD ART yang mewajibkan Anggota Partai untuk taat dan berpegang teguh kepada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Partai, dan Kebijakan Partai, sekaligus menjalankan tugas yang diamanahkan oleh Partai."

Dalam AD ART PKS Tahun 2025, Dewan Penasihat ditegaskan sebagai lembaga otonom yang terdiri atas orang perseorangan dengan latar belakang ketokohan yang dapat memberikan bimbingan dan penyuluhan untuk memperkuat Partai. Dewan Penasihat dapat dibentuk pada tingkat pusat, wilayah, daerah, cabang, hingga ranting. Untuk tingkat wilayah dan daerah, masing-masing Dewan Penasihat bertanggung jawab kepada Majelis Pertimbangan Wilayah dan Majelis Pertimbangan Daerah. Ketentuan ini menunjukkan bahwa peran Dewan Penasihat bukan sekadar simbolik, melainkan memiliki posisi strategis sebagai sumber bimbingan dan penguatan organisasi.

Sementara itu, Dewan Pakar dirancang sebagai lembaga otonom yang berisi individu dengan keahlian atau kepakaran tertentu sesuai kebutuhan Partai, untuk mewujudkan kepeloporan dan partisipasi yang komprehensif dalam rangka perbaikan umat, bangsa, dan negara. Dewan Pakar dapat dibentuk pada tingkat pusat, wilayah, dan daerah, dengan Dewan Pakar tingkat wilayah bertanggung jawab kepada Majelis Pertimbangan Wilayah dan tingkat daerah bertanggung jawab kepada Majelis Pertimbangan Daerah. Kerangka ini menempatkan kepakaran sebagai instrumen strategis Partai dalam membaca persoalan, memperkaya perspektif, serta memperkuat kontribusi PKS terhadap masyarakat dan bangsa.

Bagi Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS , kegiatan orientasi ini menjadi semakin relevan karena Dewan Penasihat dan Dewan Pakar tingkat wilayah maupun daerah memiliki ruang strategis dalam ekosistem kelembagaan Partai. "AD ART menempatkan Majelis Pertimbangan Wilayah dan Majelis Pertimbangan Daerah sejajar dengan struktur utama Partai pada tingkat masing-masing, sekaligus memberikan fungsi pertimbangan, konsultasi, supervisi, dan pembinaan agar kebijakan serta pelaksanaan program tetap sejalan dengan tujuan Partai dan ketetapan yang berlaku. Dengan demikian, sinergi antara struktur pengurus, Majelis Pertimbangan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar menjadi elemen penting untuk memastikan kepakaran dan ketokohan benar-benar bertransformasi menjadi penguatan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat." tegas Syamsu Hilal.*

Training Orientasi Partai ini karena itu tidak hanya diarahkan pada pemahaman tekstual terhadap AD ART, tetapi juga pada internalisasi nilai dan penerapannya dalam kerja nyata. AD ART menegaskan bahwa PKS memiliki visi menjadi pelopor terwujudnya cita-cita nasional bangsa Indonesia, dengan misi antara lain menyiapkan pemimpin bangsa yang bersih, peduli, profesional, dan negarawan, membangun tata kelola Partai yang baik, serta mengokohkan kepeloporan dalam pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan terhadap masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi konteks besar bagi setiap amanah yang dijalankan oleh seluruh unsur Partai.

Melalui TOP ini, MPP PKS berharap Dewan Penasihat semakin kokoh menjalankan fungsi bimbingan dan penguatan berbasis ketokohan, sementara Dewan Pakar semakin optimal menghadirkan keahlian, gagasan, dan perspektif strategis untuk menjawab kebutuhan Partai dan masyarakat. "Pada akhirnya, penguasaan AD ART diharapkan melahirkan kesamaan arah gerak, kedisiplinan organisasi, dan kualitas kontribusi yang semakin kuat—sehingga AD ART benar-benar hadir bukan hanya sebagai dokumen konstitusional Partai, tetapi menjadi ruh, kompas, dan landasan pengabdian seluruh unsur PKS di Jawa Barat", ujar Syamsu Hilal menutup paparannya.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/mpp-pks-top-pks-jawa-barat-teguhkan-ad-art-sebagai-kompas-pengabdian-dewan-penasihat-dan-dewan-pakar