Mihrab Isfahan: Penunjuk Kiblat dari Potongan Ubin
Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.
Sebuah ceruk dari Madrasah Imami di Isfahan, Iran, menyimpan jejak keterampilan perajin abad ke-14. Mihrab bertarikh 755 Hijriah atau 1354–1355 Masehi itu tersusun dari potongan ubin berlapis glasir yang dirangkai menjadi pola dan tulisan.
Mihrab bukan sekadar hiasan dinding. Fungsinya menunjukkan arah Makkah, kiblat yang dihadapi umat Islam saat salat. Pada benda koleksi The Metropolitan Museum of Art ini, fungsi tersebut bertemu dengan pengerjaan permukaan yang rumit.
Catatan material museum menyebut potongan keramik beraneka warna dipasang ke dalam mortar. Dengan tinggi sekitar 343 sentimeter dan lebar sekitar 289 sentimeter, karya ini memperlihatkan bagaimana kepingan kecil dapat membentuk unsur arsitektur berukuran besar.
Susunan tulisannya juga berlapis: ayat Al-Qur'an mengisi bingkai luar, sementara bagian lain memuat aksara Kufi dan tulisan kursif. Bagi pembaca, membedakan fungsi ceruk, teknik mosaik, dan susunan tulisan membantu melihat mihrab secara utuh—bukan hanya sebagai bidang berwarna, melainkan pertemuan arah ibadah dan keterampilan bahan.
Kontributor : Abu Haninas dan Tim Redaksi