Subang, Jalancagak.com Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju pengakhiran perang di Iran, tetapi “ujian sebenarnya” adalah keberhasilan implementasi gencatan senjata di Lebanon.

Dilansir dari Press TV, dalam sebuah unggahan di X pada Senin pagi (22/6), Araghchi menulis: “Mediasi Pakistan dan Qatar yang tak kenal lelah telah menghasilkan kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon. Ekspor minyak dan petrokimia dibebaskan, blokade dicabut, beberapa aset yang dibekukan dilepaskan, dan rencana rekonstruksi & pembangunan besar diluncurkan untuk Iran. Ujian nyata pertama: sel dekonflik Lebanon.”

Komentar tersebut muncul ketika putaran pertama pembicaraan teknis tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat berakhir di Burgenstock, Swiss, dengan para pejabat Iran mengkonfirmasi bahwa pertemuan segi empat ditangguhkan setelah Washington mengeluarkan pernyataan yang mengancam, tetapi pekerjaan teknis akan berlanjut.

Esmail Baghaei, yang mendampingi delegasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan kepada wartawan pada Senin pagi, pembicaraan di Swiss difokuskan pada pemantauan implementasi komitmen AS berdasarkan MoU yang ditandatangani pada 18 Juni.

“Kami menjalani hari yang sangat panjang. Pertemuan dimulai pada Ahad pagi. Selama sesi kuadrilateral, pernyataan mengancam dari Amerika dipublikasikan, yang menyebabkan Iran mengumumkan bahwa mereka tidak akan melanjutkan pertemuan kuadrilateral dalam kondisi seperti itu,” kata Baghaei, merujuk pada ancaman anti-Iran yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Ahad (21/6).

Ia menambahkan bahwa Qatar dan Pakistan berupaya untuk menjaga dialog tetap berjalan, tetapi Iran bersikeras tidak akan melanjutkan dalam format kuadrilateral.

Baghaei menegaskan bahwa implementasi MoU menuntut diakhirinya perang “di semua lini,” tanpa itu “masuk ke fase negosiasi untuk kesepakatan akhir tidak mungkin.”

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/menlu-iran-kemajuan-telah-dicapai-menuju-pengakhiran-perang-lebanon-jadi-ujian-utama/