Subang, Jalancagak.com

Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Ed Miliband menilai pemerintah Israel tutup mata terhadap apa yang disebutnya sebagai pembersihan etnis yang dilakukan oleh para pemukim di Tepi Barat. Pembersihan etnis merujuk warga Palestina yang tergusur oleh pemukim Israel.

Selasa (8/9/2026), Miliband mengatakan kepada parlemen bahwa pemerintah Inggris akan memberlakukan "larangan impor barang dari permukiman ilegal di wilayah pendudukan", dalam langkah yang dikoordinasikan dengan negara-negara lain.

yang dilakukan oleh teroris pemukim," kata Miliband.

dan yang lebih buruk lagi, anggota pemerintahannya telah mengeluarkan pernyataan serta mengambil tindakan yang mendukung pengusiran paksa warga Palestina," ujarnya kepada para anggota parlemen.

infrastruktur, pembiayaan, atau real estat untuk perluasan permukiman".

Miliband mengatakan langkah-langkah tersebut akan mulai berlaku dalam waktu enam hingga sembilan bulan. Miliband menambahkan bahwa Inggris menjatuhkan sanksi terhadap "kelompok pemukim ekstremis lainnya yang telah mendukung atau menghasut tindakan kekerasan terhadap komunitas Palestina".

putra dari pengungsi Yahudi yang pindah ke Inggris, mengatakan ia bangga dengan warisan Yahudi-nya dan teguh dalam dukungannya terhadap Israel.

Pemerintah Inggris sebelumnya telah menangguhkan lebih dari 30 izin ekspor senjata yang digunakan oleh militer Israel selama perang melawan Hamas di Gaza.

Miliband mengatakan Inggris kini akan "menolak semua permohonan izin untuk senjata dan ekspor lainnya yang secara material berkontribusi pada pendudukan".

Asosiasi Al-Qard Al-Hasan, serta pemberlakuan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran sejalan dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8654587/menlu-inggris-israel-tutup-mata-soal-pembersihan-etnis-di-tepi-barat