Subang, Jalancagak.com

Jokowi menyerukan para simpatisannya untuk mendukung pasangan Prabowo-Gibran untuk kembali melenggang di periode kedua. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPP PSI, Bestari Barus, usai bertamu ke rumah Presiden ke-7 RI tersebut pada Kamis (18/6) lalu. Menurutnya, hal ini sekaligus menjawab rumor Jokowi yang ingin kembali matahari terbit dengan melakukan safari politik keliling Indonesia.

bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," tutur Besari, dikutip dari .

Ragowo Hediprasetyo atau Didit Prabowo dalam kesempatan itu, oleh Bestari disebut meluruhkan anggapan renggangnya hubungan Prabowo dengan Jokowi. Ia juga meyakini, hasil pertemuannya selama 30 menit dengan Jokowi akan sampai ke telinga ayahnya.

bukan apa namanya, bukan adanya perseteruan yang digambarkan orang-orang 'oh nanti bakal begini', enggak. Ya itulah salah satu juga bukti gitu, saya meyakini juga bahwa kehadiran Mas Didit tadi juga pastilah di meja makan nanti ada pembicaraan yang nanti bisa disampaikan kepada Pak Prabowo," tutur dia.

Jokowi, dan Didit muncul dalam satu rangkaian peristiwa di Solo? Pesan politik apa yang ingin dibaca publik dari situ? Simak ulasannya dalam detikSore!

detikSore akan mengulas lebih dalam soal polemik pendaftaran gelar raja Keraton Solo menjadi sejenis merek. Polemik ini mencuat usai Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta mendaftarkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) untuk nama SISKS Paku Buwono XIV sejak 25 Mei 2026 lalu.

SISKS Paku Buwono XIV terdaftar sebagai merek untuk bidang barang atau jasa organisasi pameran seni untuk tujuan budaya atau pendidikan, mengatur pameran, kongres, seminar dan konferensi untuk keperluan budaya dan hiburan. Ketua Eksekutif LDA Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, mengakui pihaknya yang melakukan pendaftaran merek atas gelar raja tersebut. Hal ini atas perintah PB XIV Mangkubumi.

Bagaimana sikap yang muncul dari kubu Purbaya? Sudah sampai mana pendaftaran ini? Simak ulasannya bersama Jurnalis detikJateng selengkapnya.

remake Indonesia dari film horor legendaris Thailand, Ladda Land (2011).

film ini menghadirkan teror yang perlahan menghancurkan rasa aman dan kebahagiaan yang mereka dambakan. film ini mengangkat ketakutan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: rumah, keluarga, dan perjuangan mempertahankan kebersamaan di tengah teror yang semakin mencekam.

apa yang membuat film ini berbeda dengan film horror kebanyakan? apa yang membuat film versi Indonesia ini terasa dekat dengan kehidupan masyarakat? temukan jawabannya bersama cast-cast film Perumahan LaddaLand Titi Kamal, Anantya Kirana & Delia Husein dalam segmen Sunsetalk.

pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok . Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8542178/mengurai-pesan-politik-usai-pertemuan-jokowi-psi-dan-didit-prabowo