Subang, Jalancagak.com

bernalar, berinovasi, hingga menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/8/2026).

yakni Dosen Ilmu Hukum Universitas Trisakti Ninuk Wijiningsih, Lektor Kepala Fakultas Hukum Universitas Pancasila Ricca Anggraeni, serta Dosen Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta Rianda Dirkareshza.

Abraham Liyanto, mengapresiasi pelaksanaan hari pertama babak penyisihan yang berlangsung dengan baik dan lancar. Menurutnya, seluruh peserta dari berbagai daerah menunjukkan semangat dan antusiasme yang sama dalam mengikuti kompetisi.

kita lihat semangat mereka masih sama seperti kemarin. Saya berterima kasih karena panitia dan sekretariat sudah bisa menghasilkan enam pertandingan full, dan mereka juga punya waktu istirahat," ujar Abraham, dalam keterangan tertulis (25/8/2026).

substansi utama LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar menguji hafalan, melainkan membangun kemampuan siswa untuk berpikir, bernalar, dan menemukan solusi atas persoalan yang diberikan.

hal tersebut terlihat dari materi soal yang menggunakan pendekatan studi kasus. Peserta tidak cukup hanya mengetahui jawaban, tetapi harus memahami persoalan secara menyeluruh sebelum menentukan pilihan yang tepat berdasarkan hukum dan nilai-nilai kebangsaan. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Abraham terkait esensi utama dari kompetisi tersebut.

tapi bagaimana mereka dilatih untuk bisa berinovasi, berpikir, untuk menjawab studi kasus," katanya.

soal berbasis studi kasus memberikan tantangan tersendiri bagi peserta karena membutuhkan ketelitian dan kemampuan menganalisis. Peserta yang terburu-buru menjawab justru dapat melakukan kesalahan meskipun memiliki kemampuan menghafal materi dengan baik. Ia menilai tantangan ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat kompetisi semakin berkualitas.

panjang soalnya, dia kasih naik-turun. Ada yang cepat justru salah. Nah, itu yang menarik. Jadi saya kira berkualitas," lanjutnya.

metode tersebut menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Melalui kompetisi, para siswa didorong untuk membaca, memahami aturan, menganalisis persoalan, sekaligus menghubungkannya dengan nilai-nilai kebangsaan.

proses tersebut membuat pemahaman peserta terhadap Empat Pilar MPR RI semakin mendalam. Bahkan, dalam aspek tertentu, penguasaan mereka terhadap materi kebangsaan dapat melampaui sebagian orang dewasa karena para peserta terbiasa mempelajari dan mendalami persoalan melalui proses kompetisi.

tetapi memastikan nilai-nilai tersebut benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai toleransi, keadilan sosial, penghormatan terhadap perbedaan, dan kehidupan bersama masih perlu terus diperkuat.

sudah lama semua ini. Tapi kok toleransi masih belum seperti yang kita harapkan. Kemudian keadilan sosial masih belum yang kita harapkan. Nah, itulah, ditanamkan kembali sekarang," sambungnya.

menghargai perbedaan, disiplin, taat aturan, dan bertanggung jawab atas kepedulian sosial perlu ditanamkan serta dibiasakan sejak kecil.

atau separuh dari total 8.000 sekolah yang menjadi target program.

tetapi dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sehingga pendidikan Pancasila melalui LCC dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan siswa di seluruh Indonesia.

Pancasila, masih ada, itu sudah oke," pungkasnya.

enam sekolah berhasil keluar sebagai juara grup dan melenggang ke babak semifinal.

SMAN Tugumulyo Provinsi Sumatera Selatan, SMAN 1 Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara, SMAN 2 Katingan Kuala Provinsi Kalimantan Tengah, MAN Insan Cendekia Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan SMAN 1 Sambas Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Wachid Nugroho, Kepala Biro SDM, Organisasi dan Hukum Agus Subagyo, Kepala Biro Umum Herry Putra, serta Inspektur Setjen MPR RI Anies Mayangsari Muninggar.

Viral Disebut Terkait Kasus Cerdas Cermat MPR

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8633856/lomba-cerdas-cermat-empat-pilar-mpr-latih-siswa-hadapi-soal-studi-kasus