Lembaga Pangan PBB Peringatkan Krisis Kelaparan Memburuk di Palestina, Sudan, Lebanon dan Yaman
Peringatan itu disampaikan dalam laporan terbaru Hunger Hotspots yang menempatkan Palestina, Sudan, Sudan Selatan, Somalia, dan Yaman sebagai wilayah dengan risiko tertinggi mengalami kelaparan, malnutrisi, hingga peningkatan angka kematian akibat kekurangan pangan. Arabnews melaporkan, Kamis (18/6).
Direktur Layanan Analisis Ketahanan Pangan dan Gizi WFP, Jean-Martin Bauer mengatakan konflik dan kekerasan masih menjadi penyebab utama krisis pangan global. Menurutnya, 12 dari 13 wilayah yang masuk kategori hotspot merupakan daerah yang terdampak konflik bersenjata.
Laporan tersebut juga menyoroti Jalur Gaza yang masih berada dalam kondisi sangat rentan meskipun situasi ketahanan pangan sempat membaik setelah adanya gencatan senjata. PBB menegaskan bahwa akses bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan tetap menjadi kebutuhan mendesak bagi jutaan warga sipil.
Untuk pertama kalinya, Lebanon dimasukkan dalam daftar wilayah yang memerlukan pemantauan ketat dan tindakan segera. Peningkatan pengungsian internal, tingginya harga pangan, krisis ekonomi, serta ketegangan di Lebanon selatan dinilai berpotensi memperburuk kondisi ketahanan pangan negara tersebut.
PBB mengingatkan bahwa krisis-krisis ini sebenarnya dapat diprediksi dan dicegah apabila dunia internasional bertindak lebih cepat. Namun, keterbatasan pendanaan dan hambatan akses kemanusiaan membuat upaya WFP, FAO, dan lembaga mitra lainnya semakin sulit dalam menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan bantuan.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/lembaga-pangan-pbb-peringatkan-krisis-kelaparan-memburuk-di-palestina-sudan-lebanon-dan-yaman/