Subang, Jalancagak.com Sudah lebih dari 21.000 pelajar dan tenaga pendidik di Palestina yang syahid sejak 7 Oktober 2023. Angka ini diumumkan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina, Selasa (9/6).

Rinciannya, sebanyak 20.647 pelajar dan 1.054 guru serta staf pengajar meninggal dunia akibat berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap hak atas pendidikan.

Kerusakan fisik pun tak kalah parah. Kementerian mencatat, lebih dari 179 sekolah negeri di Jalur Gaza rata dengan tanah. Sementara itu, lebih dari 105 sekolah kelolaan UNRWA juga ikut terkena serangan dan rusak berat. Tak hanya itu, lebih dari 63 gedung universitas juga luluh lantak.

Di Tepi Barat, sembilan universitas dan perguruan tinggi digerebek berulang kali dan dirusak. Serangan terhadap sejumlah sekolah juga masih terus terjadi, bahkan para pelajar tak luput dari sasaran para pemukim Israel.

Data kementerian menunjukkan, di Tepi Barat tercatat 128 pelajar sekolah dan 39 mahasiswa tewas. Ada pula 861 pelajar dan lebih dari 278 mahasiswa yang terluka. Sementara yang ditahan mencapai 421 pelajar dan lebih dari 487 mahasiswa.

Kondisi di Jalur Gaza jauh lebih mengenaskan. Lebih dari 19.101 pelajar dan 1.379 mahasiswa tewas. Yang terluka tercatat lebih dari 28.419 pelajar dan 3.017 mahasiswa.

Para pendidik juga tidak luput dari dampak. Di Tepi Barat, enam staf sekolah tewas, 25 lainnya luka-luka, dan lebih dari 171 orang ditahan.

Sementara di Gaza, jumlah staf sekolah yang tewas mencapai 802 orang, dan staf universitas yang tewas 246 orang. Yang terluka pun tak sedikit, yakni 3.291 staf sekolah dan lebih dari 1.493 staf universitas.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/lebih-dari-21-000-siswa-dan-guru-palestina-syahid-sejak-oktober-2023/