Subang, Jalancagak.com Pemerintah Lebanon mengajukan pengaduan resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait dugaan penyemprotan herbisida jenis glyphosate oleh Israel di sejumlah wilayah perbatasan Lebanon selatan.

Beirut menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar kedaulatan negara, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat. Al-Mayadeen melaporkan, Senin (15/6).

Kementerian Luar Negeri Lebanon dalam pernyataannya menyebut telah mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB pekan ini.

Pengaduan itu berkaitan dengan insiden yang terjadi pada Februari lalu di sejumlah desa perbatasan, yakni Aita Al-Shaab, Ras Naqura, dan Dhayra, sekitar satu bulan sebelum pecahnya perang terbaru antara Israel dan Hizbullah pada 2 Maret.

Menurut hasil uji laboratorium dan analisis kimia yang dilakukan terhadap sampel tanah di wilayah tersebut, ditemukan kandungan glyphosate dalam konsentrasi tinggi.

Pemerintah Lebanon menyatakan kadar zat itu jauh melampaui tingkat yang biasa ditemukan di lahan pertanian setelah penggunaan normal oleh petani. Temuan tersebut didasarkan pada laporan Dewan Nasional Penelitian Ilmiah Lebanon (CNRS).

Sebelumnya, pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengungkapkan bahwa Israel telah memberitahukan rencananya untuk menyemprotkan zat yang disebut sebagai bahan kimia “tidak beracun” di dekat perbatasan.

Bahkan, personel penjaga perdamaian diminta berlindung selama operasi berlangsung. Namun, hasil investigasi Lebanon memunculkan kekhawatiran bahwa bahan yang digunakan memiliki dampak lingkungan yang lebih luas daripada yang disampaikan sebelumnya.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Lebanon dan menyebutnya sebagai kejahatan terhadap lingkungan serta kesehatan publik.

Dalam surat yang sama, Lebanon juga mengadukan serangan-serangan Israel yang masih berlangsung, termasuk serangan terhadap kendaraan militer Lebanon awal bulan ini yang menewaskan dua perwira dan seorang prajurit saat bertugas.

Pengaduan terbaru itu muncul di tengah perundingan langsung antara Lebanon dan Israel yang dimulai pada April lalu di Washington untuk mengakhiri permusuhan di perbatasan kedua negara.

Putaran lanjutan pembicaraan dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini. Namun, Beirut menilai serangan dan tindakan Israel di wilayah Lebanon berpotensi merusak upaya diplomatik yang sedang berjalan.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/lebanon-adukan-israel-ke-pbb-atas-dugaan-penyemprotan-herbisida-di-wilayah-perbatasan/