Subang, Jalancagak.com Sebuah laporan riset yang disusun untuk Kongres Amerika Serikat mengungkapkan bahwa militer AS berpotensi kehilangan hingga 42 pesawat kombatan dalam skenario perang melawan Iran.

Temuan tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan tingginya risiko yang harus dihadapi Washington apabila konflik dengan Teheran berkembang menjadi perang terbuka berskala penuh. Al-Jazeera melaporkan, Kamis (11/6)

Laporan itu menyebutkan sistem pertahanan udara berlapis yang dimiliki Iran, ditambah kemampuan rudal jarak jauh dan jaringan radar yang tersebar luas, dapat menimbulkan kerugian signifikan bagi kekuatan udara Amerika Serikat.

Dalam simulasi yang dilakukan, sejumlah pesawat tempur dan pesawat pendukung berisiko ditembak jatuh saat menjalankan operasi di wilayah Iran maupun kawasan sekitarnya.

Kajian tersebut juga menyoroti bahwa Iran telah mengembangkan strategi pertahanan asimetris selama bertahun-tahun untuk menghadapi keunggulan teknologi militer Amerika Serikat.

Selain mengandalkan sistem rudal dan pertahanan udara domestik, Teheran disebut memperkuat kemampuan perang elektronik, drone tempur, serta jaringan pangkalan bawah tanah yang sulit dideteksi dan dihancurkan.

Temuan riset tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang dalam beberapa hari terakhir telah terlibat saling serang secara langsung.

Situasi di Selat Hormuz, Teluk Persia, hingga sejumlah pangkalan militer AS di kawasan menjadi titik panas yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik menjadi perang regional.

Para analis pertahanan menilai laporan itu menunjukkan bahwa operasi militer terhadap Iran tidak akan berlangsung mudah maupun tanpa biaya besar.

Berbeda dengan sejumlah konflik sebelumnya di Timur Tengah, Iran memiliki wilayah yang luas, populasi besar, serta kemampuan militer yang telah dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan serangan dari luar. Faktor tersebut membuat setiap operasi udara berisiko menghadapi perlawanan yang lebih kuat dibanding perkiraan awal.

Laporan riset untuk Kongres itu sekaligus menjadi pengingat bahwa eskalasi konflik dapat membawa konsekuensi serius, tidak hanya bagi pihak yang bertikai tetapi juga bagi stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Gangguan terhadap jalur energi di Teluk Persia, lonjakan harga minyak, serta meningkatnya ketidakpastian keamanan internasional menjadi beberapa dampak yang dikhawatirkan jika konfrontasi antara Washington dan Teheran terus membesar.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/laporan-di-kongres-as-42-pesawat-tempur-amerika-tumbang-dalam-konflik-iran/