GAZA — Ruang hidup warga Palestina di Jalur Gaza semakin sempit. Pembatasan akses kini mencakup 65 persen wilayah, membuat sekitar 2,1 juta penduduk tinggal di sisa 35 persen kawasan tersebut.

Data badan koordinasi kemanusiaan PBB, OCHA, menunjukkan kepadatan itu turut menyulitkan penanganan pengungsian. Organisasi bantuan menghadapi hambatan untuk memindahkan keluarga ke lokasi yang lebih aman menjelang musim hujan.

Di Shujayea, kawasan tenggara Kota Gaza, pergeseran blok beton penanda Garis Kuning memaksa sejumlah keluarga kembali meninggalkan tempat tinggal mereka. Blok-blok itu dipindahkan puluhan meter ke arah barat, memperluas kawasan yang dikuasai militer Israel.

Garis Kuning semula menjadi batas penarikan awal pasukan Israel dalam kesepakatan gencatan senjata. Penarikan lanjutan diharapkan dilakukan bertahap, tetapi wilayah yang dapat diakses penduduk justru terus menyusut.

Ancaman musim hujan menambah beban para pengungsi. Menurut PBB, lebih dari 950.000 orang tinggal di lokasi pengungsian yang berisiko banjir. Sebagian besar bertahan di tenda dan tempat berlindung sementara.

Sumber: Al Jazira