KPK Dalami Aliran Uang Pemerasan Bupati Anom Dipakai Tim Pemenangan Pilkada
anggota tim pemenangan Bupati Pemalang nonaktif Anom Widiyantoro saat Pilkada 2024. KPK mendalami keterangan Irfandy terkait dugaan adanya penggunaan uang hasil pemerasan Bupati Anom untuk tim pemenangnya yang diberi nama tim rumah media.
ini juga didalami kaitannya rumah media ini dengan bupati seperti apa, apakah kemudian juga ada aliran uang dari pihak bupati kepada rumah media," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).
Budi menyebutkan sosoknya merupakan wanita yang turut diamankan bersama Anom saat operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta.
yang juga diamankan dalam peristiwa tangkap tangan bersama bupati di Jakarta. Penyidik mendalami hubungannya seperti apa, apakah kemudian juga ada aliran uang dari bupati kepada Saudara TBA tersebut," ucapnya.
KPK juga memanggil istri Anom bernama Noor Faizah Maenofie (NFM). Penyidik memanggilnya karena Noor diduga membantu Anom menyiapkan uang-uang hasil pemerasan yang dilakukan suaminya.
pemeriksaan Noor akan dijadwalkan ulang oleh penyidik KPK.
uang-uang yang dibawa oleh Bupati ini di antaranya disiapkan oleh istri Bupati. Nah tentu akan didalami uang ini berasal dari mana, disiapkannya dari siapa. Nah semuanya nanti akan didalami soal itu," ujar Budi.
penyidik KPK akan mendalami kesaksian Noor terkait dugaan adanya penerimaan lain yang diperoleh suaminya. Termasuk dari sejumlah pihak swasta.
uang hasil pemerasan itu digunakan untuk kebutuhan keluarga mereka.
baik dari dugaan-dugaan fakta yang ditemukan pada saat pemeriksaan saksi ataupun temuan dalam penggeledahan, ini memang uang-uang yang didapatkan dari pihak-pihak swasta ataupun pihak di lingkungan Pemkab Pemalang ini di antaranya untuk kebutuhan operasional pribadi Bupati ataupun keluarganya," ucap Budi.
dari siapa saja, kepentingannya terkait dengan apa," sambungnya.
Noor memang dipanggil penyidik KPK hari ini. Pemanggilan ini sebagai saksi terkait kasus pemerasan yang menjerat suaminya.
Sejatinya Noor akan diperiksa dalam perkara Anom dalam kapasitas sebagai anggota Dewan Pengawas RSUD dr M Ashari. Noor juga selaku Kepala Puskesmas Mulyoharjo.
KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Berikut ini daftarnya:
selaku Bupati Pemalang2. Mohamad Haris (GHA), selaku pihak swasta atau orang kepercayaan Bupati3. Lilik Budi Suprianto (LBS), selaku pihak swasta4. Iptu Setya Budi Dias Oktavianto (DIS), selaku staf administrasi KPK.
Mohammad Haris atau Gus Haris (GHA). Total yang dikumpulkan sebesar Rp 1,98 miliar.
yang merupakan ayah dari Setya Budi. Lilik mengaku bisa mengurus perkara di KPK karena anaknya bekerja sebagai staf di KPK.
Simak juga Video 'Gepokan Duit yang Disita dari OTT Bupati Pemalang Anom':
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8652950/kpk-dalami-aliran-uang-pemerasan-bupati-anom-dipakai-tim-pemenangan-pilkada