KPK Cecar Istri Bupati Pemalang Terkait Tarif Kasus Pemerasan Mutasi Jabatan
Noor Faizah Maenofie (NFM), terkait kasus pemerasan dalam mutasi jabatan di Pemkab Pemalang. Noor diduga mengetahui patokan tarif yang dipasang Anom dalam melakukan pemerasan.
ya, meminta keterangan kepada saksi Saudari NF atas pengetahuannya berkaitan dengan mutasi, rotasi, ataupun promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang," kata jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).
ya, berkaitan dengan rotasi, mutasi, ataupun promosi jabatan ini juga diduga ada tarifnya ya," lanjutnya.
Budi mengatakan penyidik mendalami soal dugaan adanya penerimaan lain yang diterima Bupati Anom. Istri Anom diduga turut membantu suaminya dalam menyiapkan uang-uang yang diperoleh Anom tersebut.
termasuk soal uang-uang yang disiapkan, ya, oleh istri Bupati yang kemudian atas uang itu juga diamankan pada saat peristiwa tertangkap tangan ya," tutur Budi.
segala macamnya, tentu menjadi materi yang dilakukan pendalaman oleh penyidik," pungkasnya.
KPK juga telah memeriksa Irfandy Ajidharma, anggota tim pemenangan Bupati Pemalang nonaktif Anom Widiyantoro saat Pilkada 2024. KPK mendalami keterangan Irfandy terkait dugaan adanya penggunaan uang hasil pemerasan Bupati Anom untuk tim pemenangnya yang diberi nama tim rumah media.
ini juga didalami kaitannya rumah media ini dengan bupati seperti apa, apakah kemudian juga ada aliran uang dari pihak bupati kepada rumah media," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/9).
Budi menyebutkan sosoknya merupakan wanita yang turut diamankan bersama Anom saat operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta.
yang juga diamankan dalam peristiwa tangkap tangan bersama bupati di Jakarta. Penyidik mendalami hubungannya seperti apa, apakah kemudian juga ada aliran uang dari bupati kepada Saudara TBA tersebut," ucapnya.
KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Berikut ini daftarnya:
selaku Bupati Pemalang2. Mohamad Haris (GHA), selaku pihak swasta atau orang kepercayaan Bupati3. Lilik Budi Suprianto (LBS), selaku pihak swasta4. Iptu Setya Budi Dias Oktavianto (DIS), selaku staf administrasi KPK.
Mohammad Haris atau Gus Haris (GHA). Total yang dikumpulkan sebesar Rp 1,98 miliar.
yang merupakan ayah dari Setya Budi. Lilik mengaku bisa mengurus perkara di KPK karena anaknya bekerja sebagai staf di KPK.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8656173/kpk-cecar-istri-bupati-pemalang-terkait-tarif-kasus-pemerasan-mutasi-jabatan