Subang, Jalancagak.com

Di hadapan para siswa, guru, dan orang tua, Mahyeldi mengajak seluruh peserta didik untuk tidak pernah takut bermimpi besar. Menurutnya, latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita selama memiliki semangat belajar, kerja keras, doa, serta dukungan keluarga.

Suasana semakin hidup ketika Ketua MPW PKS Sumbar tersebut mengajak seluruh siswa mengepalkan tangan sebagai simbol tekad dan optimisme. Mahyeldi menegaskan bahwa setiap anak Sumatera Barat memiliki warisan perjuangan dari tokoh-tokoh besar bangsa yang berasal dari Ranah Minang. Karena itu, ia meminta para siswa untuk tidak pernah merasa rendah diri.

"Dalam diri kalian mengalir darah para pejuang seperti Bung Hatta, Mohammad Yamin, Buya Hamka, Mohammad Natsir, Tan Malaka, dan tokoh-tokoh besar lainnya. Jangan pernah merasa kecil. Kalian pun bisa menjadi gubernur, presiden, dokter, tentara, polisi, ataupun profesi hebat lainnya," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengenal sejarah perjuangan daerah, khususnya peran Dharmasraya dalam perjalanan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi yang pernah jadi Wali Kota Padang 2 periode tersebut turut membagikan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Ia menceritakan bahwa dirinya berasal dari keluarga sederhana. Sang ayah bekerja sebagai buruh angkut di Pasar Bawah Bukittinggi, sementara ibunya tetap berjuang membantu ekonomi keluarga meski memiliki keterbatasan fisik.

"Ayah saya seorang buruh angkut di pasar. Ibu saya memiliki keterbatasan fisik, tetapi tetap bekerja menerima jahitan. Kami tujuh bersaudara dan enam orang berhasil menempuh pendidikan tinggi. Jadi, tidak ada alasan menyerah hanya karena berasal dari keluarga sederhana," tuturnya.

Mahyeldi juga mengisahkan pernah merantau dan bekerja sebagai tukang becak sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan hingga dipercaya memimpin Sumatera Barat. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga, melainkan oleh kegigihan dan kemauan untuk terus belajar.

"Yang terpenting adalah semangat belajar, kerja keras, doa, dan dukungan orang tua. Tidak ada hambatan untuk menjadi sukses," katanya, disambut tepuk tangan para hadirin.

Selain memberikan motivasi kepada para siswa, Mahyeldi menitipkan pesan kepada para guru agar mendidik anak-anak dengan penuh keikhlasan, kasih sayang, dan keteladanan. Ia menilai guru memiliki peran penting, bukan hanya dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Kepada para orang tua, ia mengajak agar terus memberikan perhatian, doa, dan dukungan kepada anak-anak selama menjalani pendidikan.

"Teruslah memberi semangat kepada anak-anak kita. Jangan pernah lelah mendampingi mereka. Ketika mereka berhasil nanti, kebahagiaan itu juga akan menjadi kebahagiaan orang tuanya," ujarnya.

Mahyeldi optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya akan menjadi salah satu pusat lahirnya generasi unggul di Sumatera Barat. Dengan dukungan pemerintah, tenaga pendidik, serta keluarga, ia meyakini sekolah tersebut mampu mencetak anak-anak yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

"Insya Allah, dari Sekolah Rakyat ini akan lahir pemimpin-pemimpin besar yang membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/kisah-anak-buruh-angkut-menjadi-gubernur-mahyeldi-bangkitkan-semangat-siswa-sekolah-rakyat-di-dharmasraya