Subang, Jalancagak.com

Rusia. Menurutnya, pidato Presiden tidak hanya menyiratkan konsistensi sikap diplomatik Indonesia terhadap semua negara terutama Russia, tapi juga memperkuat kerja sama ekonomi dan bisnis antara Indonesia dengan Rusia dengan skema Perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA).

Rusia adalah merupakan salah satu kekuatan dunia yang sangat dihormati karena ketulusan para pemimpinnya dalam menjalin persahabatan. Sejak awal, bangsa Indonesia selalu menaruh kepercayaan pada niat baik Rusia dalam membantu Indonesia," ujar Sultan dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Sultan menjelaskan Rusia adalah negara yang mapan dalam rekayasa teknologi. Hal ini penting dalam mendukung program hilirisasi sumber daya alam (SDA) di daerah.

Energy Nuklir dan eksplorasi blok migas di Indonesia," tegasnya.

Sultan menilai capaian hasil kerja sama ekonomi dan bisnis Rusia-Indonesia akan meningkatkan kualitas Pengelolaan SDA di daerah.

Insha Allah Ke depan akan banyak sekali Pengusaha Rusia yang bersedia melakukan investasi di Indonesia. Dengan demikian dapat secara langsung memberikan dampak perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di Daerah-daerah terkait," paparnya.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada acara Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, kemarin. Ada beberapa hal yang ditekankan kepala negara dalam pidato tersebut, seperti penguatan kerja sama, investasi, hingga posisi Indonesia di tengah fragmentasi geopolitik yang terjadi.

naik 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dan naik 33,7% dibandingkan 2023. Ia juga mengajak agar Rusia serta anggota EAEU menargetkan peningkatan nilai perdagangan yang terlibat melalui perjanjian perdagangan bebas (FTA).

saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas bagi diri kita sendiri. melipatgandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (FTA)," ucap Prabowo

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8649076/ketua-dpd-puji-diplomasi-prabowo-di-eastern-economic-forum-rusia