Subang, Jalancagak.com Harga minyak dunia bertahan di dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong pelaku pasar mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, terutama dari kawasan Teluk yang menjadi salah satu pusat produksi minyak dunia. AnadoluĀ melaporkan, Rabu (17/6).

Pada perdagangan Rabu (17/6), harga minyak mentah Brent tercatat berada di level US$79,43 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat diperdagangkan pada US$76,53 per barel.

Meski mengalami kenaikan tipis dibanding sesi sebelumnya, harga tersebut masih berada di kisaran terendah dalam beberapa bulan terakhir setelah pasar merespons positif kesepakatan antara Washington dan Teheran.

Kesepakatan damai tersebut telah meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan terganggunya pasokan minyak melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Dengan menurunnya risiko konflik di kawasan, investor memperkirakan distribusi energi global akan berjalan lebih stabil dalam waktu dekat.

Selain faktor geopolitik, pergerakan harga minyak juga dipengaruhi oleh prospek pertumbuhan ekonomi global. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar masih membayangi pasar dan berpotensi menekan permintaan energi.

Kondisi itu membuat harga minyak belum mampu mencatat kenaikan signifikan meskipun ketegangan di Timur Tengah mulai mereda.

Di sisi lain, pasar juga mencermati kebijakan produksi negara-negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries dan mitranya.

Langkah yang diambil kelompok produsen minyak tersebut dinilai akan sangat menentukan keseimbangan pasokan dan permintaan global pada semester kedua tahun ini. Produksi minyak Amerika Serikat yang tetap tinggi juga menjadi faktor yang turut menekan kenaikan harga.

Bagi negara pengimpor energi seperti Indonesia, stabilnya harga minyak dapat memberikan dampak positif terhadap pengendalian inflasi dan biaya energi domestik.

Namun para ekonom mengingatkan bahwa pasar minyak tetap rentan terhadap perkemn geopolitik dan perubahan kebijakan ekonomi global.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/kesepakatan-as-iran-tekan-harga-minyak-dunia/