Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan kelaparan dan malnutrisi di wilayah itu mencapai tingkat katastrofik. Dalam pernyataan pada 16 Oktober 2026, kementerian menyebut sedikitnya 466 warga Palestina meninggal akibat kedua kondisi tersebut sejak 2024, sepertiganya anak-anak.

Kementerian memperkirakan 74.200 anak membutuhkan perawatan malnutrisi akut hingga April 2027. Lebih dari 1,4 juta penduduk Gaza diproyeksikan menghadapi kerawanan pangan tingkat krisis atau lebih buruk hingga akhir 2026.

UNICEF memperingatkan kemajuan penanganan kelaparan masih rapuh. Juru bicaranya, Ricardo Pires, menekankan perlunya arus pasokan kemanusiaan dan komersial yang berkelanjutan serta dapat diprediksi.

Israel menyalahkan perselisihan pajak antara pedagang dan Hamas atas tersendatnya barang komersial. Hamas membantah tuduhan itu dan menyebutnya tidak berdasar.

Kementerian meminta akses pangan dan obat tanpa pembatasan serta dukungan untuk memulihkan produksi pangan lokal.