Kemiripan pola karpet belum tentu menandakan kesamaan tempat pembuatan. Rancangan dapat beredar lintas kota, sementara cara menenun menyimpan petunjuk tentang asal benda.

Pada masa Utsmani, Safawi, dan Mughal, produksi karpet berkembang dengan rancangan dari bengkel istana. The Metropolitan Museum of Art menjelaskan bahwa karpet diperdagangkan hingga Eropa dan Asia Timur. Di tempat tujuan, benda berharga ini juga dipakai menutupi perabot atau digantung pada dinding, bukan hanya dihamparkan di lantai.

Di lingkungan Utsmani, pola medalion tengah serta tumbuhan mengalir menyebar ke pusat tenun lain. Namun, penyebaran selera istana tidak sepenuhnya menggantikan tradisi daerah. Pola geometris dan tenunan datar tetap bertahan. Sejarah karpet karena itu bukan cerita satu corak yang menyingkirkan seluruh corak sebelumnya.

Banyak karpet tidak memiliki catatan waktu atau tempat pembuatan. Selain membandingkan gambar dalam lukisan lama, peneliti memeriksa bahan, pewarna, dan struktur tenun. Bagi pembaca, pelajarannya jelas: jangan menetapkan asal karpet hanya dari motif yang tampak. Pola bisa berpindah, sedangkan bukti teknis perlu dibaca bersama sebelum sebuah atribusi dianggap kuat.