Kala AS Ingin Setop Semua Maskapai Iran di Seluruh Dunia
Amerika Serikat (AS) hendak menghentikan seluruh maskapai penerbangan Iran di semua negara. Rencananya akan dihentikan pada 23 September besok.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent upaya penghentian itu akibat sanksi dari negaranya. Hal ini ia ungkap seiring langkah pemerintahan Presiden AS Donald Trump semakin meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran saat perang berlarut-larut.
seluruh maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasionalnya di seluruh dunia," kata Bessent kepada media AS, CNBC, pada Senin (21/9) waktu setempat.
Bessent memperingatkan bahwa pusat-pusat penerbangan internasional yang melayani pesawat maskapai Iran akan menghadapi pengucilan total dari sistem perbankan Amerika.
tanpa mempertaruhkan akses mereka terhadap layanan kliring dolar Amerika.
Anda tidak boleh menyediakan bahan bakar, tidak boleh memberikan layanan pendaratan, ataupun menjual tiket kepada mereka, atau Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," ucap Menkeu AS itu memperingatkan negara-negara lainnya.
Belum ada tanggapan langsung dari otoritas Iran terhadap pernyataan AS tersebut.
Bessent dalam pernyataannya juga menyampaikan peringatan bagi pihak ketiga yang membantu Iran. Dia mengatakan bahwa Washington telah mengidentifikasi perantara keuangan yang memfasilitasi transaksi dengan Teheran.
dan kami sedang menghentikan praktik tersebut," ujarnya.
Bessent tidak merinci apakah tekanan itu akan berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan, namun dia menegaskan bahwa tekanan kali ini "belum pernah terjadi sebelumnya".
serta janji Menkeu AS untuk memutus akses keuangan Iran.
China memberikan reaksi keras terhadap langkah Amerika Serikat (AS) melarang maskapai penerbangan Iran untuk beroperasi di seluruh dunia mulai 23 September. Otoritas Beijing secara terang-terangan menentang langkah Washington dan menyebutnya sebagai "sanksi sepihak ilegal".
yang merupakan mitra ekonomi utama dan pendukung diplomatik Iran, seperti dilansir AFP, Selasa (22/9/2026), mengecam langkah AS itu tidak memiliki dasar hukum internasional.
" tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing.
Kedutaan Besar Virtual AS di Iran mengeluarkan peringatan yang mendesak warganya untuk meninggalkan negara tersebut. Peringatan keamanan itu dilakukan di tengah memanasnya kawasan Timur Tengah usai serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi.
" kata Kedubes Virtual AS, dilansir Al Jazeera, Senin (21/9/2026).
dalam pernyataan yang dimuat dalam situsnya, Kedubes virtual AS menyatakan warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan dan mewaspadai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan. Imbauan itu juga mencakup perintah untuk tidak bepergian ke Iran dan perintah segera meninggalkan Iran.
AS menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi meningkat cepat dampak dari serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi.
termasuk serangan yang menyasar bandara sipil. Konflik militer ini berpotensi meningkat dengan cepat," katanya.
Warga Amerika yang bepergian ke atau dari wilayah tersebut diimbau memantau informasi mengenai operasional bandara dan maskapai penerbangan.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8674790/kala-as-ingin-setop-semua-maskapai-iran-di-seluruh-dunia