Jaksa Cecar Pejabat Bea Cukai soal Dugaan OTT KPK Bocor: Siapa yang Spill?
Orlando Hamonangan, tentang dugaan info operasi tangkap tangan (OTT) bocor. Jaksa menduga ada kebocoran usai menemukan pesan via WhatsApp yang berisi peringatan hati-hati dipantau KPK.
Majelis, kalau dugaan kami ini OTT-nya mau bocor, ya. Ini saksi bisa dapat info oleh Pak Sisprian, 'Hati-hati, Coy, kita lagi dipantau'. Ini kok bisa? Kami aja tahunya kasus ini setelah muncul di media. Siapa nih yang spill-spill ke Pak Sis sama Pak Rizal OTT KPK kok dugaannya bocor? Gimana, Saksi? Ini kan nanti kami tampilkan chat WA-nya. Ada kejadian sebelumnya?" tanya jaksa KPK M Takdir Suhan.
Pak. KPK atau instansi unit lain, gitu, Pak," jawab Orlando alias Ocoy.
namun saat itu dia belum masuk ke direktorat tersebut.
siapa, KPK. Apakah sebelumnya memang sudah ada pengalaman KPK pernah mantau, pernah obok-obok di P2 seingat saksi?" tanya jaksa.
Pak, tapi saya belum masuk," jawab Orlando.
yakni 'hati-hati Coy, kita sedang diintip'. Jaksa KPK meminta Orlando menjelaskan maksud pesan WhatsApp tersebut.
ini juga, 'Hati-hati, Coy', katanya 'kita sedang diintip'. Siapa yang mengintip? Dan kenapa mesti hati-hati? Bisa tolong, Saksi? Nih, kemudian saksi bilang, 'Alamak', 'Siap, Ndan', 'Ndan, izin'. Bisa tolong saksi tegaskan selain yang tadi kami tanyakan, apa ini maknanya? Kok diintip? Kok ada Alamak?" tanya jaksa.
Pak, karena sebenarnya terkait sama dipantau KPK ini, apa di instansi lain ini terutama KPK ini dari bulan, seingat saya ada pengaduan itu dari bulan Oktober, Pak," jawab Orlando.
Orlando mengaku mendengar informasi jika KPK sudah memantau P2 Bea Cukai sejak Oktober 2025. Dia menuturkan ada informasi tentang 'akan ada yang datang'.
dari macam-macam instansi, Pak. Jadi seperti itu," jawab Orlando.
kemudian, yang ini kan komunikasi di tanggal 3 bulan 2, H-1 sebelum tanggal 4 OTT?" ujar kaksa.
katanya ada yang mau datang, seperti itu," timpal Orlando.
Orlando mengaku sedang berada di kantor saat KPK melakukan OTT pada 3 Februari 2026. Dia mengatakan pesan tentang hati-hati pada H-1 kegiatan OTT yang diterimanya itu terkait penerimaan uang dalam perkara ini.
'Setop, tidak usah lagi?' Pernah ada penyampaian itu? Ada penyampaian, 'Jangan lagi, cukup, kita lagi dipantau?' Ada penyampaian saksi- penyampaian oleh Pak Sis kepada saksi?" tanya jaksa.
tidak ada penolakan dan tidak ada penyampaian untuk stop?" tanya jaksa.
tiga pejabat Bea Cukai Kemenkeu didakwa menerima suap dan gratifikasi sejumlah Rp 78,8 miliar. Jaksa mengatakan suap dan gratifikasi itu diterima dalam bentuk mata uang rupiah dan asing.
Jumat (3/7/2026). Tiga pejabat Bea Cukai tersebut ialah Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono selaku Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, dan Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8662350/jaksa-cecar-pejabat-bea-cukai-soal-dugaan-ott-kpk-bocor-siapa-yang-spill