Jabar Bentuk Tim hingga Desa untuk Menjangkau Anak Tidak Sekolah
Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.
BANDUNG — Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menginstruksikan pembentukan Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah sampai tingkat desa dan kelurahan. Penanganannya diarahkan untuk membuka kembali akses belajar sesuai kondisi keluarga.
Dalam siaran pers Rabu (14/10/2026), Herman menekankan keterlibatan lintas instansi, bukan hanya dinas pendidikan dan Kementerian Agama. Instruksi itu disampaikan dalam rapat koordinasi pendidikan di Bandung pada Senin (12/10/2026).
Hambatan yang perlu ditangani mencakup kesulitan ekonomi, kewajiban membantu orang tua, dan disabilitas. Kepala dinas pendidikan kabupaten/kota diminta mendatangi keluarga, tidak berhenti pada penyusunan laporan administratif.
Bagi anak yang kesulitan mengikuti sekolah reguler, pemerintah menawarkan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Fleksibilitas waktu belajar menjadi pilihan untuk menyesuaikan kebutuhan mereka.
Persoalan yang belum terselesaikan di kabupaten/kota harus diteruskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat. Herman menyatakan siap turun tangan jika tahapan penanganan tersebut belum menghasilkan penyelesaian.
Kontributor : Abu Haninas dan Tim Redaksi