Subang, Jalancagak.com Otoritas penjajah Israel pada Ahad malam (7/6) menutup semua pintu penyeberangan menuju Jalur Gaza menyusul serangan rudal dari Iran. Penutupan ini berlaku untuk Rafah dan Kerem Shalom, dan diambil sebagai bagian dari langkah keamanan pasca serangan tersebut.

Seperti dikutip dari Middle East Monitor, Senin (8/6), koordinator Aktivitas Pemerintah Israel di Wilayah (COGAT) mengatakan keputusan ini didasarkan pada penilaian keamanan setelah serangan Iran terbaru. Penutupan disebut akan berlangsung “hingga pemberitahuan lebih lanjut” dan berlaku untuk semua penyeberangan menuju Gaza.

Dalam pernyataannya, COGAT mengklaim langkah ini tidak akan mempengaruhi situasi kemanusiaan di kantong tersebut. Mereka juga mengatakan jumlah bantuan pangan yang masuk ke Gaza sejak gencatan senjata dimulai sudah melebihi kebutuhan pangan penduduk, menurut standar dan metodologi PBB.

COGAT menambahkan akan terus berkoordinasi dengan organisasi internasional dan akan memberikan pembaruan rutin mengenai perubahan apa pun, tergantung pada perkembangan situasi keamanan.

Keputusan ini diambil sekitar delapan bulan setelah kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025.

Namun, situasi kemanusiaan di Gaza sebenarnya masih parah. Menurut estimasi PBB, pembatasan terus terjadi pada pengiriman bantuan, dan ada kekurangan akut makanan, air minum, layanan kesehatan, pasokan medis, serta bahan bakar. Puluhan ribu warga yang mengungsi juga hidup di tempat penampungan sementara dengan kondisi sulit.

Organisasi kemanusiaan internasional memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan pada pengiriman bantuan melalui penyeberangan dapat menyebabkan situasi kemanusiaan memburuk secara serius. Sebagian besar dari sekitar 2,3 juta penduduk Gaza bergantung pada bantuan eksternal untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/israel-tutup-semua-penyeberangan-gaza-imbas-serangan-rudal-iran/