Israel Tetap Serang Lebanon Meski Sudah Sepakati Gencatan Senjata
Keputusan tersebut memunculkan keraguan mengenai efektivitas perjanjian yang diharapkan dapat mengakhiri pertempuran berkepanjangan antara Israel dan Hezbollah.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menyatakan pasukan negaranya akan tetap beroperasi di wilayah yang disebut sebagai “zona keamanan” di Lebanon selatan. KAN melaporkan, Kamis (4/6).
Menurutnya, Israel tidak akan menarik pasukan dari sejumlah titik strategis dan akan terus melakukan tindakan militer yang dianggap perlu untuk mencegah ancaman terhadap keamanan Israel.
Di saat yang sama, militer Israel dilaporkan kembali melancarkan serangan ke sejumlah lokasi di Lebanon selatan. Sedikitnya satu orang tewas dan seorang lainnya terluka dalam serangan pesawat nirawak yang terjadi hanya beberapa jam setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata.
Konflik di Lebanon kembali meningkat sejak Maret 2026 dan telah menyebabkan ribuan korban jiwa serta gelombang pengungsian besar-besaran.
Berbagai laporan menyebutkan lebih dari satu juta warga Lebanon terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat serangan udara, pertempuran darat, dan ketegangan yang terus berlangsung di wilayah perbatasan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah negara menyerukan agar seluruh pihak mematuhi gencatan senjata guna mencegah meluasnya konflik regional.
Namun keberlanjutan operasi militer Israel di Lebanon menunjukkan bahwa situasi keamanan di kawasan tersebut masih sangat rapuh dan berpotensi memicu eskalasi baru di Timur Tengah.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/israel-tetap-serang-lebanon-meski-sudah-sepakati-gencatan-senjata/